Sekda DKI: Pembahasan KUA-PPAS Digelar Pekan Depan

Sekda DKI: Pembahasan KUA-PPAS Digelar Pekan Depan
Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah. ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Jumat, 8 November 2019 | 21:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, memprediksi pembahasan anggaran Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI 2020 tahapan sub-banggar, yakni di lima komisi akan rampung Senin (11/11/2019) pekan depan.

"Pembahasan KUA-PPAS masih jalan di tempat posisinya. Progresnya masih ada pembahasan di komisi. Saya dengar, jadwal pembahasan di komisi sampai Senin pekan depan masih ada. Kalau tidak salah Komisi B dan D,” kata Saefullah di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Baca Juga: Anggaran DKI 2020 Masih Defisit Rp 5 Triliun

Sehingga, kata Saefullah, pembahasan anggaran akan masuk tahapan ke Badan Anggaran (Banggar) Besar pada hari Selasa (12/11/2019).

"Mungkin pembahasan anggaran dengan Banggar Besar dan SKPD yang saya pimpin akan mulai pada hari Selasa. Pembahasannya bisa sehari, dua hari, tiga hari," ujar Saefullah.

Nanti setelah nominal besaran Rancangan KUA-PPAS APBD DKI 2020 disepakati oleh Banggar Besar dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) DKI, lanjut Saefullah, maka Gubernur DKI Jakarta akan membuat surat edaran kepada SKPD dan UKPD DKI untuk melakukan input atas komponen-komponen satuan harga di e-budgeting.

Baca Juga: DPRD DKI Minta Audit BUMD Sebelum Diberikan PMD

"Nah disitulah komponen itu baru sempurna. Setelah itu (penginputan e-budgeting), dia (anggaran) baru berubah wujud menjadi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI," papar Saefullah.

Setelah berwujud menjadi RAPBD DKI 2020, lanjut Syaefullah, maka anggaran tersebut akan dibahas lagi dengan DPRD DKI melalui lima komisi dan Banggar. Dalam pembahasan anggaran ini, SKPD akan diperintahkan untuk lebih teliti lagi dalam penginputan anggaran dalam RAPBD DKI 2020.

"Disitu diperintahkan SKPD untuk lebih teliti lagi. Diulik-ulik, dilihat-lihat, diteliti. Supaya tidak ada yang aneh-aneh. Jadi prosesnya disitu. Semoga dengan kejadian kemarin, semua SKPD bisa melek untuk pelototi anggaran. Dilihatin jangan sampai ada anggaran yang aneh-aneh lagi," jelas Saefullah.



Sumber: BeritaSatu.com