Provider Ganti Rugi Kerusakan Rumah Akibat Tower Roboh di Depok

Provider Ganti Rugi Kerusakan Rumah Akibat Tower Roboh di Depok
PIC Provider Iqbal (kanan) saat menyerahkan sejumlah uang untuk sewa rumah kontrakan kepada Suherman (baju putih) dan juga warga lainnya yang rumahnya rusak tertimpa robohnya tower seluler karena peristiwa angin dan hujan deras yang melanda Kota Depok. ( Foto: Suara Pembaruan / Bhakti Hariani )
Bhakti Hariani / FMB Sabtu, 9 November 2019 | 20:45 WIB

Depok, Beritasatu.com - Gianto, warga Gang Sosial III RT 09/RW21, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat mengapresiasi sikap responsif pihak provider, pascarobohnya tower seluler yang merusak rumahnya dan lima rumah warga lainnya di RT 08.

Seperti diketahui, pada Rabu 6 November 2019 sekitar pukul 17.30 WIB, sebuah tower seluler (McP) setinggi 33 meter roboh mengenai rumah warga. Robohnya tower itu diduga karena angin serta hujan deras yang saat itu mengguyur Kota Depok.

Dampaknya rumah Gianto dan lima rumah warga lainnya rusak parah. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Pascakejadian, pihak provider langsung mengevakuasi warga yang rumahnya rusak akibat tertimpa tower ke Hotel Bumi Wiyata. "Ini memang musibah tapi saya bersyukur pihak provider sangat-sangat luar biasa bertanggungjawab," ujar Gianto kepada SP di kediamannya, Sabtu (9/11/2019) saat menerima uang kontrakan dari provider selama rumahnya direnovasi.

Pascaevakuasi besi tower, Person In Charge (PIC) Provider Iqbal kemudian menawarkan kepada warga korban untuk memilih akan menginap sementara di mana, selama proses renovasi nanti. Karena tidak ingin tinggal jauh dari rumahnya, mereka rata-rata memilih disewakan rumah kontrakan di sekitar lokasi.

"Kami diberi kebebasan mau milih tinggal di mana sebenarnya, tapi kami semua sepakat untuk mengontrak dekat rumah. Agar dapat melakukan pengawasan langsung renovasi rumah dari dekat," tutur Gianto.

Hal senada juga disampaikan oleh Bahrim warga korban dari RT 08/RW21. Bahrim mengaku puas dengan akomodasi dan sikap respon cepat dari pihak provider. Bahkan biaya laundry warga yang menjadi korban robohnya tower pun dibayar oleh pihak provider.

"Kami ucapkan terima kasih kepada pihak manajemen provider yang telah bertanggung jawab 100 persen. Ini tidak saya lebih-lebihkan, tetapi memang apa yang saya dan keluarga rasakan, semuanya memuaskan dan transparan dari pihak manajemen," ujar Bahrim.

Suherman warga korban dari RT 08 lainnya juga mengaku puas dengan ganti-rugi 100 persen dari provider terhadap kerusakan properti mereka. Provider menerjunkan tim appraisal untuk menghitung biaya kerusakan yang dialami yang disaksikan oleh Ketua RW, warga korban dan pihak provider.

"Kami sudah mengadakan MoU, rumah kami sudah disurvey kerusakannya apa saja. Semuanya ter-cover tidak ada satu pun yang tertinggal contoh tempat tidur, tv, bangunan rumah yang rusak termasuk kontrakan tempat tinggal kami sementara," kata Suherman.

Dia menambahkan, saat ini warga sudah dapat menerima musibah ini dan mencoba move on sambil memperbaiki rumah mereka ke depannya.

"Perbaikan rumah ditanggung penuh oleh provider. Rencana Anggaran Biaya (RAB) dibayar oleh provider lalu kami renovasi sendiri agar sesuai dengan keinginan kami hasilnya. Saya pribadi sudah merasa cukup puas dengan itu," ujar Suherman.

PIC Provider Iqbal menuturkan, dana untuk biaya sewa rumah kontrakan jumlahnya bervariasi bergantung pada berapa lama sewa kontrak rumah kontrakan. Pasalnya kondisi kerusakan rumah warga bervariasi.

"Rumah Pak Suherman yang rusaknya paling parah. Kami beri dana kontrakan untuk dua bulan. Sedangkan warga lainnya satu bulan," kata Iqbal.

Dirinya bersama jajaran manajemen juga memohon maaf atas musibah ini. Dia juga mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan pengertian warga di Gang Sosial III. 



Sumber: Suara Pembaruan