Pemohon SKCK di Jaktim Melonjak Lima Kali Lipat

Pemohon SKCK di Jaktim Melonjak Lima Kali Lipat
Pelamar menunjukkan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) untuk memenuhi persyaratan pendaftaran calon pegawai negeri sipil. ( Foto: Antara )
/ HS Selasa, 12 November 2019 | 15:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Markas Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur melonjak hingga lima kali lipat dibanding hari-hari biasa atau situasi normal, Selasa (12/11) siang.

"Petugas kita kewalahan. Normalnya menangani 200 pemohon per hari, tapi hari ini bisa tembus 1.000 pemohon," kata Kepala Urusan Administrasi dan Tata Usaha pada Satuan Intelijen dan Keamanan Polrestro Jaktim, IPDA Wahyu Wibowo, di Jakarta.

Lonjakan pemohon SKCK kali ini adalah imbas dari dibukanya rekrutmen calon Aparatur Sipil Negara (ASN) formasi 2019 yang bergulir sejak Senin (11/11) malam. Selain itu, pemohon juga berasal dari kalangan pekerja swasta yang membutuhkan persyaratan untuk perpanjangan masa kontrak kerja.

"Kalau dihitung komposisinya, lebih banyak yang pemohon untuk keperluan pendaftaran calon ASN," katanya.

Lonjakan pemohon SKCK membuat delapan petugas penerimaan dan pengetikan kewalahan sebab jumlah mereka yang belum ideal. Wahyu mengatakan pelayanan SKCK yang biasanya digelar di lantai dua Mapolrestro Jakarta Timur, saat ini diperluas ke lantai empat ruang serbaguna. Pemohon di lantai empat dibagi menjadi dua jalur, yang diperuntukan bagi pemohon SKCK jalur daring dan manual.

Antrean SKCK tampak mengular di lantai dua maupun empat Mapolrestro Jaktim. Tidak jarang beberapa pemohon mengurus SKCK hingga empat jam.

"Proses sidik jari satu jam, bayar di loket satu jam, antre ambilnya yang lama di lantai dua. Kalau dihitung bisa empat jam," kata Kartono (27) pemohon SKCK jalur daring.



Sumber: ANTARA