Dinas SDA DKI Klaim Lokasi Genangan Berkurang 50%

Dinas SDA DKI Klaim Lokasi Genangan Berkurang 50%
Ilustrasi Genangan Air ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 14 November 2019 | 19:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI mengklaim lokasi genangan telah turun sebanyak 50 persen. Angka tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan dua tahun terakhir untuk penanganan antisipasi banjir.

Baca Juga: DKI Siap Hadapi Musim Hujan Berpotensi Banjir

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, Juaini, mengatakan, dengan berbagai program penanganan banjir yang telah dilakukan, membawa dampak pengurangan lokasi genangan banjir di Jakarta. Terutama yang berada di badan-badan jalan.

"Saat ini sudah berkurang banyak. Dari jumlah lokasi genangan sudah berkurang. Dengan program-program penanganan banjir yang dilakukan, maka genangan setiap tahun bisa berkurang," kata Juaini di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Bila sepanjang 2017-2018 ada sebanyak 242 titik laporang genangan berulang di 30 lokasi, maka tahun 2019 ini sudah berkurang menjadi 15 lokasi genangan. Terjadi pengurangan lokasi genangan air berulang sebanyak 50 persen.

"Itu berkurangnya kenapa? Ya penyebabnya bermacam-macam. Salah satunya, kita banyak menambah mulut-mulut air di badan-badan jalan. Sehingga genangan air bisa masuk dengan lancar ke drainase. Lalu kita menambah tempat penampungan resapan air. Ini yang mengakibatkan lokasi genangan air berkurang,” jelas Juaini.

Baca Juga: Jakbar Tambah 10 Pompa Portabel Hadapi Genangan

Selain lokasi genangan air yang berkurang, juga terlihat intensitas penurunan genangan air semakin cepat. Pada tahun ini, paling lama genangan air sudah bisa surut dalam waktu 30 menit. "Jadi penurunan genangan air sudah lebih cepat turun,” ujar Juaini.

Untuk menangani genangan maupun banjir pada musim hujan, Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta telah mempersiapkan pompa mobile sejumlah 133 unit dengan kapasitas 28,512 meter kubik per detik, dan pompa stationer sejumlah 457 unit di 165 lokasi dengan kapasitas 489,01 meter persegi per detik, serta pompa air 231 unit di pintu-pintu air.

Tak lupa juga sudah menyiagakan alat berat seperti excavator amphibi untuk pengerukan waduk, combi jetting yang digunakan untuk penyedotan lumpur saluran drainase dan AWLR (Automatic Water Level Recorder) di 21 lokasi. Ada pula  CCTV Online sejumlah 103 unit. Selain itu, sebanyak 7.889 personel pun dikerahkan, dengan dilengkapi alat berat 260 unit dan dump truck 461 unit.

"Semuanya sudah kita siapkan jauh-jauh hari. Pompa-pompa air sudah kita lakukan pemeriksaan, agar dapat berfungsi saat genangan dan banjir terjadi. Juga ribuan petugas sudah kita sebar di seluruh wilayah. Mereka bertugas ada yang menjaga pompa air, membersihkan saluran dan waduk-waduk yang menjadi kewenangan kita. Mereka juga siaga di lokasi yang rawan genangan,” terang Juani.



Sumber: BeritaSatu.com