Panel Kayu JPO Hanya Mampu Menahan Beban Pejalan Kaki

Panel Kayu JPO Hanya Mampu Menahan Beban Pejalan Kaki
Pengemudi motor menggunakan JPO di Jalan Yos Sudarso, Kota Jakarta Utara pada Rabu (6/11/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 14 November 2019 | 19:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dinas Bina Marga DKI menemukan ada tiga jembatan penyeberangan orang (JPO) yang mengalami kerusakan akibat dilintasi pengguna skuter listrik. Bagian yang rusak adalah panel kayu JPO yang retak dan patah karena terkena roda skuter listrik.

Baca Juga: Skuter Listrik Sebaiknya di Kawasan Tertutup

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, mengatakan, panel kayu hanya mampu menahan beban pejalan kaki. Karena tidak mampu menahan beban skuter listrik, mengakibatkan panel kayu retak serta patah.

"Meski panel kayu tidak gampang rusak, tetapi kan itu panel kayu khusus untuk pejalan kaki. Bukan dibuat untuk lintasan skuter listrik. Kayu lawan roda ya kalah lah. Makanya kami larang skuter listrik melintas di JPO," kata Hari Nugroho, di Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Hari menjelaskan, alas ketiga JPO tersebut memang sengaja didesain menggunakan panel kayu. Dengan pertimbangan dari sisi futuristrik. Apalagi, keberadaan JPO tidak lagi berfungsi hanya sebagai tempat penyeberangan, tetapi juga untuk mempercantik wajah ibu kota.

Baca Juga: DKI Siapkan Regulasi Penggunaan Skuter Listrik

"Untuk mempercantik wajah Jakarta, maka kita gunakan material yang berbeda dari JPO lainnya. Kalau pakai beton ya pasti enggak akan rusak. Saya yakin panel kayunya bisa patah, karena pakai skuternya di jumping-jumping (lompat) diatas panel kayu," jelas Hari Nugroho.

Hari mengungkapkan, perbaikan JPO ini masih menjadi tanggung jawab perusahaan yang membangunnya. Apalagi pembangunan JPO itu sendiri juga masih dalam tahap pemeliharaan. "Perbaikan sudah dilakukan dan targetnya selesai Jumat mendatang," jelasnya.

Hari mengimbau masyarakat agar lebih bijaksana bijaksana memanfaatkan JPO. Masyarakat juga diminta turut menjaga dan merawat fasilitas umum itu, karena dibuat untuk digunakan bersama. "Mari gunakan JPO dengan bijak, bahwa hanya digunakan untuk pejalan kaki, bukan transportasi berupa skuter," tandas Hari Nugroho.



Sumber: BeritaSatu.com