DKI Lelang Jabatan Deputi Gubernur dan Eselon Dua

DKI Lelang Jabatan Deputi Gubernur dan Eselon Dua
Sekda DKI Jakarta, Saefullah, di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (15/11/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Jumat, 15 November 2019 | 16:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sedang melakukan seleksi jabatan (open bidding) untuk 12 jabatan, yang terbagi atas dua jabatan deputi gubernur dan 10 jabatan eselon dua. Jabatan yang dilelang, saat ini tengah kosong karena pejabat sebelumnya pensiun ataupun dirotasi.

Kursi Wagub Belum Juga Terisi, DPRD DKI Harus Bertanggung Jawab

Adapun posisi dua deputi yang dilakukan seleksi jabatan adalah Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup serta Deputi Gubernur bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi.

Sementara, 10 jabatan eselon dua yang dilelang adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Galkurmat), Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kepala Dinas Pendidikan, Wakil Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Wakil Kepala Bappeda, Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Biro.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, Saefullah, mengatakan, berdasarkan aturan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), untuk jabatan eselon dua dan eselon satu harus melalui lelang jabatan atau open bidding. Dengan begitu, Pemprov DKI tidak bisa menunjuk langsung ASN DKI untuk menduduki jabatan tersebut.

"Jadi kami tidak bisa menunjuk. Kecuali dia rotasi, itu boleh. Misalnya dari eselon dua ke eselon dua boleh pindah. Tetapi kalau promosi dari eselon tiga ke eselon dua, atau eselon dua ke eselon satu, harus melalui open bidding. Untuk lelang jabatan ini, ada beberapa yang dibuka untuk nasional," kata Saefullah di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (15/11/2019).

Komisi B Ingin Usulkan Sri Hartati Jadi Kepala Bappeda DKI

Menurut Saefullah, pelaksanaan open bidding untuk jabatan eselon satu dan dua sudah diberitahukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN-RB). Kemudian, posisi tersebut sudah disosialisasikan kepada lima pemerintah kota (Pemkot) dan satu pemerintah kabupaten (Pemkab) di lingkungan Provinsi DKI.

"Kalau ada ASN DKI yang ingin mengikuti lelang jabatan ini dipersilakan. Asal sesuai dengan persyaratan administrasi yang telah ditentukan. Jadi, sekarang ini sistemnya sudah begitu. Kalau ada kekosongan, open bidding untuk eselon satu dan dua," ujar Saefullah.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI, Chaidir, mengatakan, Pemprov DKI telah mengeluarkan dua surat lelang jabatan untuk 12 posisi eselon satu dan dua. Pertama, surat Setda Nomor 21 tahun 2019 tentang Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprov DKI.

Anggaran Janggal di DKI Jadi Edukasi Bagi Sejumlah Pemda

Dalam surat ini, tercatat ada 10 jabatan eselon 2 yang akan dilelang. Dari jumlah tersebut, dua jabatan diberlakukan untuk nasional. Artinya, ASN dari luar DKI Jakarta boleh mengikuti lelang jabatan tersebut. Kedua jabatan tersebut adalah Kepala Bappeda DKI dan Kepala Dinas Galkurmat DKI.

"Sedangkan delapan jabatan lainnya, dikhususkan untuk ASN DKI. Pendaftaran sudah dilakukan pada 12-26 November. Nanti pengumumannya tanggal 20 Desember," kata Chaidir.

Surat kedua, Setda DKI Nomor 23 tahun 2019 tentang Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Pemprov DKI. Dalam surat ini, ada dua jabatan yang dilelang yaitu jabatan deputi gubernur.

"Calon pendaftar harus berstatus ASN, dan posisi ini terbuka secara nasional. ASN di luar DKI bisa mendaftar mengikuti lelang jabatan ini," tandas Chaidir.



Sumber: BeritaSatu.com