Warga Sunter Dukung Penataan Jalan Agung Perkasa VIII

Warga Sunter Dukung Penataan Jalan Agung Perkasa VIII
Sejumlah alat berat tampak bersiap untuk melakukan normalisasi saluran penghubung di Jalan Agung Perkasa VIII, Sunter, Jakarta Utara pada Jumat (15/11/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos Roy Fajarta / JAS Sabtu, 16 November 2019 | 16:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Warga Kelurahan Sunter Agung dan Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok mengapresiasi penataan Jalan Agung Perkasa VIII yang dilakukan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara pada Kamis (14/11/2019) lalu.

Dengan dilakukan penataan tersebut diharapkan dapat menormalisasi saluran penghubung (PHB) dan dapat secara signifikan mengurangi ketinggian genangan banjir di wilayah Sunter yang kerap tergenang pada puncak musim hujan.

Anggota LMK RW 10 Sunter Agung, Daamin mengatakan, saluran yang diokupasi bangunan lapak gudang pengusaha barang bekas di Jalan Agung Perkasa VIII, selama ini kerap memicu genangan di Jalan Danau Sunter Utara, Gaya Motor, Agung Karya, Danau Sunter Selatan, hingga Jalan Yos Sudarso.

"Selama ini warga yang melintas di area jalan tergenang hingga 50 cm merasa terganggu karena ketinggian genangan lantaran saluran di sejumlah tidak terkoneksi ke Danau Sunter Selatan sebagai penampungan," ujar Daamin, Sabtu (16/11/2019).

Keberadaan lapak-lapak pengusaha barang bekas, besi, dan palet tersebut juga berpotensi menimbulkan kerawanan sosial karena material barang bekas sangat rentan memicu kebakaran.

"Untuk itu kami mendukung dan mengapresiasi penataan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara. Diharapkannya, penataan dilanjutkan ke lapak-lapak serupa di Jalan Agung Barat 1 agar antisipasi genangan banjir lebih maksimal," tambah Daamin.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Sunter Jaya, Riyanto Anmeng mengungkapkan penataan tersebut mendapatkan respons positif dari warga setempat.

"Penataan kawasan permukiman liar di Sunter ini sangat didukung masyarakat sekitar karena dapat mengurangi permukiman kumuh. Kami ingin Sunter Jaya khususnya dilakukan penataan agar menjadi kawasan lingkungan yang tertib, bersih dan sehat," tutur Riyanto.



Sumber: Suara Pembaruan