KCI Layani 1.057 Perjalanan KRL Per Hari

KCI Layani 1.057 Perjalanan KRL Per Hari
Ilustrasi kereta rel listrik. ( Foto: Antara )
Carlos Roy Fajarta / BW Senin, 18 November 2019 | 10:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menambah jumlah perjalanan menjadi 1.057 perjalanan kereta rel listrik (KRL) mulai 1 Desember mendatang. Penambahan ini didasarkan pada Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2019.

Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti menyebutkan, berdasarkan Gapeka 2019, jumlah perjalanan menjadi 90 loop atau 1.057 perjalanan KRL setiap hari. Sebelumnya, berdasarkan Gapeka 2017, jumlah perjalanan mencapai 81 loop atau 945 perjalanan.

"Dengan penerapan Gapeka 2019 ini, perjalanan dapat mengakomodasi kebutuhan pengguna jasa KRL," ujar Wiwik, Senin (18/11), di Gedung Jakarta Railway Center, Juanda, Jakarta Pusat.

Mulai 1 Desember mendatang, jumlah perjalanan KRL lintas Bogor Line mencapai 405 perjalanan KRL. Perinciannya, 227 perjalanan center line (Bogor/Depok - Jakarta Kota PP) dengan headway 5 menit pada peak hour, dan 178 perjalanan loop line (Bogor/Depok - Jatinegara PP) dengan headway 5 menit pada peak hour.

Kemudian, sebanyak 174 perjalanan KRL Bekasi Line (Cikarang/Bekasi - Jakarta Kota PP) dengan headway 11 menit pada peak hour. Selanjutnya, 178 perjalanan KRL Serpong Line (Rangkasbitung/Parung Panjang/Maja/Serpong - Tanah Abang PP) dengan headway 10 menit pada peak hour.

Adapun lintas Tangerang Line (Tangerang - Duri PP) mencapai 98 perjalanan, dengan headway pada peak hour selama 15 menit. Terakhir, ada 56 perjalanan KRL Tanjung Priok Line (Tanjung Priok - Jakarta Kota PP) dengan headway pada peak hour selama 38 menit.

"Kami menyiapkan posko dan penambahan fasilitas di beberapa stasiun sibuk seperti Stasiun Bogor, Bekasi, Tangerang, Tanah Abang, dan Jakarta Kota. Pada malam tahun baru kami akan menambah jam operasional KRL di lintas Bogor Line, Bekasi Line, Tangerang Line, dan Serpong Line," tambah Wiwik.

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro menambahkan, selama periode masa Natal dan Tahun Baru 2019/2020 pihaknya tidak akan menaikkan harga tarif tiket untuk kereta PSO, sedangkan untuk non-PSO mengalami perubahan namun tetap mengikuti tarif batas atas.

"Kita tetap mewaspadai dan mengutamakan keamanan dan kenyamanan penumpang terhadap kejadian tanah longsor, kereta anjlok, dan berbagai kendala perjalanan lainnya," ujar Edi.



Sumber: Suara Pembaruan