Kasatpol PP DKI Bantah Anggotanya Bobol Bank DKI Rp 32 Miliar

Kasatpol PP DKI Bantah Anggotanya Bobol Bank DKI Rp 32 Miliar
Ilustrasi ATM Bersama ( Foto: BeritaSatu Photo/David Gita Roza )
Lenny Tristia Tambun / CAH Senin, 18 November 2019 | 13:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin membantah kabar ada 12 anggotanya melakukan pencucian uang atau pembobolan dana sebesar Rp 32 miliar di Bank DKI. Laporan yang diterimanya adalah sebanyak 12 anggota Satpol PP yang berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) atau non PNS mengambil uang di anjungan tunai mandiri (ATM) Bersama dengan rekening mereka di Bank DKI.

Lalu, ketika uangnya sudah keluar dari mesin ATM Bersama, saldo yang berada di rekening Bank DKI tidak berkurang. Lalu mereka pun mengambil lagi uang di ATM tersebut.

“Saya ingin menyampaikan kepada semua. Kalau yang berkaitan dengan itu, pencucian uang, korupsi, itu tidak benar. Kita sudah melakukan pemeriksaan di internal bagaimana mereka melakukan hal itu. Informasi yang saya dapatkan, mereka mengambil uang di ATM Bersama. Bukan ATM Bank DKI. Saat mengambil pertama kali, salah pencet pin. Yang kedua, baru pinnya benar dan uangnya keluar. Namun saldonya tidak berkurang. Lalu ia mengambil lagi,” kata Arifin, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Saat ini, salah satu anggota Satpol PP pelaku pengambilan uang di ATM Bersama tersebut sedang diperiksa di Polda Metro Jaya. Ia menunggu hasil pemeriksaan aparat kepolisian. Bila nanti hasil pemeriksaan Polda Metro Jaya ditemukan tindak pidana. Maka pihaknya siap memerikan sanksi tegas berupa pemecatan.

“Jika nantinya setelah diselidiki oleh Polda Metro Jaya ditemukan ada niat tidak baik, kami akan siapkan tindakan tegas berupa pemecatan. Ya tindakan tegasnya itu. Ada itikad tidak baik, dilakukan dengan cara tidak baik, akan kami lakukan pemecatan,” ujar Arifin.

Oknum Satpol PP yang melakukan tindakan tersebut ada sekitar 12 orang yang bertugas di Wilayah Kotamadya Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Setelah pemeriksaan dilakukan, beberapa orang satpol pp sudah mengembalikan uang ke Bank DKI.

“Jadi beberapa orang sudah selesai urusannya. Nah sekarang tinggal beberapa orang lagi. Yan belum sedang berusaha mengembalikan uangnya. Mungkin mereka tidak bisa mengembalikan karena satu dan lain hal,” ungkap Arifin.

Selama masih dalam pemeriksaan kepolisian, 12 anggota Satpol PP DKI tersebut sudah dinonaktifkan dari tugasnya. “Sudah dinonaktifkan per hari ini. Sebenarnya total ada 12 orang. Tapi ada beberapa orang yang dipanggil ada itikad baik mengembalikan uang tersebut ke Bank DKI. Tapi kita tunggu hasil penyelidikan di Polda,” papar Arifin.

 



Sumber: BeritaSatu.com