Galang Solidaritas, PSI Bagikan Makanan kepada Korban Penggusuran di Sunter

Galang Solidaritas, PSI Bagikan Makanan kepada Korban Penggusuran di Sunter
Foodbank PSI menyalurkan makanan untuk 100 warga korban penggusuran di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Jakarta, Utara, Senin, 18 November 2019. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / AO Selasa, 19 November 2019 | 06:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Warga Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang menjadi korban penggusuran didatangi kader-kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang tergabung dalam Foodbank PSI, Senin (18/11/2019).

Sebanyak 62 Kepala Keluarga (KK) digusur dalam penertiban bangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Jakarta Utara dibantu 1.500 personel gabungan dari kepolisian, Satpol PP, dan PPSU. Penertiban pada Kamis (14/11/2019) itu berujung bentrokan, karena warga menolak penggusuran. Hingga saat ini ratusan warga masih bertahan di bekas lokasi penggusuran.

Juru Bicara PSI bidang Lingkungan dan Perkotaan, Mikhail Gorbahev Dom mengatakan, aksi yang dilakukan partainya semata-mata dilandasi oleh rasa kemanusiaan. PSI, kata dia, tidak akan masuk pada status hukum para korban.

“Kami tidak untuk menilai benar atau tidak tindakan penertiban yang dilakukan oleh Pemkot Jakarta Utara. Yang kami lihat saat ini, ada puluhan keluarga yang terlunta-lunta karena penggusuran dan kami ingin menyampaikan solidaritas sebagai sesama anak bangsa,” ujar pria yang akrab disebut Gorba ini.

Gorba yang juga koordinator Foodbank PSI mengatakan, lembaga yang dikelolanya baru beroperasi sekitar dua bulan. “Gagasan Foodbank PSI ini adalah menyalurkan makanan berlebih kepada pihak-pihak yang membutuhkan,” ujar Gorba.

Gorba menyebutkan, semenjak beroperasi, Foodbank PSI telah menerima makanan dari beberapa donatur, di antaranya hotel bintang lima, mini market, dan pengelola kegiatan internasional. Pihaknya, kata Gorba, setiap minggu secara rutin sudah membagikan makanan di daerah Pasar Senen dan Kemang.

“Ke depannya PSI kami akan membuat foodbank-foodbank di daerah lain,“ kata dia.

Foodbank PSI menurut Gorba merupakan konsep solidaritas untuk berbagi dengan sesama anak bangsa, termasuk menyampaikan solidaritas kepada warga yang mengalami kesusahan.

“Apa yang kami lakukan hari ini juga untuk menyampaikan solidaritas kepada warga yang tengah mengalami kesusahan di sini. Tentu saja, apa yang kami sampaikan bukan apa-apa dibandingkan kesulitan yang dialami oleh warga yang digusur,” jelas dia.

Gorba juga mengajak pihak lain ikut menyampaikan solidaritas kepada korban penggusuran yang hingga saat ini masih belum jelas nasibnya. Dia mengaku pihaknya melihat banyak anak-anak dan perempuan yang masih bertahan.

"Mereka dalam kondisi yang memprihatinkan, tanpa sanitasi yang memadai. Bahkan, beberapa tidak bisa mandi sejak digusur dan anak-anak tidak bisa bersekolah," kata Gorba.

“Hari ini kami hanya mampu menyalurkan makanan untuk 100 orang. Kami berharap dapat kembali lagi, dan tentunya akan lebih baik jika ada pihak lain yang juga ikut menyampaikan solidaritasnya pada saudara-saudara kita ini, terutama untuk anak-anak dan perempuan yang paling dirugikan,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan