Motivasi Penyiram Soda Api Agar Bisa Berbagi Penderitaan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Motivasi Penyiram Soda Api Agar Bisa Berbagi Penderitaan

Selasa, 19 November 2019 | 08:21 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Tim psikolog terus mendalami keterangan tersangka FY (29), untuk mengungkap latar belakang atau motifnya melakukan teror penyiraman cairan soda api kepada siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP), di sejumlah wilayah Jakarta Barat. Hasil pemeriksaan, motivasinya adalah melukai korban dengan harapan bisa berbagi penderitaan masa lalu yang dialaminya.

"Motivasinya jelas melukai orang lain, menganiaya orang lain dengan harapan bisa berbagi penderitaan," ujar Psikolog Kasandra Putranto, di Mapolda Metro Jaya, Senin (18/11/2019).

Diketahui, tersangka FY pernah mengalami kecelakaan kerja jatuh dari lantai tiga, dan mengalami kesulitan pembiayaan pengobatan.

Dikatakan Kasandra, hasil pemeriksaan psikologi tersangka sadar dan masih mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Artinya memiliki kapasitas psikologis yang cukup memadai untuk bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. Walaupun memang ada beberapa kriteria atau beberapa karakteristik yang khas seperti keterbatasan kemampuan komunikasi hubungan interpersonal, lalu juga ada profil psikologis yang labil emosi, empatinya kurang, ada agresivitas juga," ungkapnya.

"Sehingga ketika mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan di masa lalu karena kecelakaan tersebut, membuat dia semakin sensitif, menjadi lebih agresif, lalu kemudian frustasi dan ingin melampiaskannya kepada orang lain, supaya orang lain bisa merasakan penderitaan yang dia rasakan," tambahnya.

Kasandra menyampaikan, pada saat pemeriksaan, ditemukan juga indikasi tersangka kecanduan gadged, minuman keras dan rokok.

"Kelihatan ada hubungan penurunan kapasitas mentalnya, dimana dia suka lupa, kemudian tidak mau pikir panjang, berusaha untuk menyelesaikan persoalan-persoalannya dengan cara yang sederhana yang dia tidak pikirkan dampaknya, dan sebagainya. Jadi ketika dia marah hanya dia lampiaskan begitu saja dengan pilihan dia melemparkan air keras ke korban-korbannya," katanya.

Menurut Kasandra, tersangka tidak secara spesifik memiliki kebencian terhadap perempuan, termasuk tidak ada juga ketertarikan kepada perempuan.

"Artinya dia tidak punya ketertarikan khusus ke lawan jenis. Dia lebih tertarik ke game, dan pemilihan korban perempuan ini lebih kepada alasan perempuan ini kan inferior ya, artinya dianggap lebih lemah dan yang dipilih karena menggunakan rok panjang. Berarti kalau menggunakan rok dia tidak bisa melawan, memberikan reaksi yang membalas," jelasnya.

Kasandra menegaskan, tersangka memilih korban secara acak dan kebetulan yang dipilih perempuan.

"Jadi pemilihan korban tetap secara acak, kebetulan yang dipilih perempuan karena dia anggap perempuan itu inferior dan tidak berani melawan. Dan, karena pakai rok berarti tidak bisa mengejar karena dia pakai motor. Kalau misal korban laki-laki, bisa jadi akan mengejar dan kemudian akan membalas, memukul dan sebagainya," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Ganjil Genap, Kendaraan Arah Puncak Padat Sejak Sabtu Pagi

Uji coba pemberlakuan ganjil genap pekan ketiga, kendaraan mengarah ke Puncak padat sejak Sabtu (18/9/2021) pagi.

MEGAPOLITAN | 18 September 2021

Atap Sekolah Ambruk, Bima Arya: Ini Peringatan Sebelum PTM Kota Bogor

Wali Kota Bogor Bima Arya mengingatkan agar fasilitas dan bangunan sekolah dalam kondisi baik dalam uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) Oktober.

MEGAPOLITAN | 18 September 2021

Wagub DKI: Kelanjutan Bansos Tunai Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa kelanjutan bantuan sosial tunai (BST) bagi warga terdampak Covid-19, tergantung keputusan pemerintah pusat

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Penting, Ini Syarat yang Harus Diperhatikan Saat Berwisata ke Ancol

Ini berbagai hal yang harus diperhatikan oleh para pengunjung saat berwisata ke Ancol.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Jelang HUT Polantas, Polrestro Bekasi Gelar Bakti Sosial ke Anak Yatim Piatu

Satlantas Polrestro Bekasi menggelar bakti sosial ke yayasan yatim piatu menjelang peringatan HUT ke-66 Polantas.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Polisi Kembali Minta Keterangan Petugas Lapas

Polisi terus melakukan penyidikan kasus kebakaran Lapas Tangerang dengan memeriksa kembali tujuh petugas lapas

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Ganjil Genap di Tempat Wisata, Pemprov DKI: untuk Cegah Kemacetan dan Kerumunan

Pemprov DKI menerapkan sistem ganjil genap di tempat-tempat wisata yang telah diizinkan beroperasi untuk mengurangi kemacetan dan mencegah kerumunan.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Polisi Ciduk Youtuber Diduga Pemfitnah Atta Halilintar

Azis tak memerinci lebih jauh kapan pemilik subscriber terbanyak di Asia Tenggara itu membuat laporan tersebut.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

27 September, Tangerang Mulai Laksanakan PTM Terbatas PAUD-SD

Pembelajaran tatap muka (PTM) untuk tingkat PAUD hingga SD di Kota Tangerang akan dilaksanakan mulai 27 September 2021 mendatang

MEGAPOLITAN | 17 September 2021

Manajer Holywings Kemang Jadi Tersangka, Ini Respons Wagub DKI

Wagub DKI, Ahmad Riza Patria merespons penetapan manajer Kafe Holywings Kemang sebagai tersangka.

MEGAPOLITAN | 17 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Sonny Tulung


# Vaksinasi Covid-19


# Ideologi Transnasional


# Lucinta Luna



TERKINI
Menteri BUMN: Jadikan Pandemi Momentum Indonesia Bangkit dalam Persaingan Global

Menteri BUMN: Jadikan Pandemi Momentum Indonesia Bangkit dalam Persaingan Global

EKONOMI | 23 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings