Barang Bukti First Travel Dipindahkan ke Kantor Kejari Depok Lama
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Barang Bukti First Travel Dipindahkan ke Kantor Kejari Depok Lama

Selasa, 19 November 2019 | 10:52 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / CAH

Depok, Beritasatu.com - Barang bukti sitaan milik First Travel yang berada di kantor Kejaksaan Negeri Depok, Jawa Barat, dipindahkan Senin (18/11/2019) siang. Barang sitaan tersebut dipindah karena area parkir sudah tidak dapat menampung.

"Alasan pemindahan adalah karena area ini sudah penuh dan untuk menjaga barang bukti tersebut. Kami pindahkan ke kantor Kejaksaan Negeri Depok yang lama di Jalan Siliwangi, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Di sana itu kantor kami juga, jadi bukan sewa tempat," ujar Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok Kosasih di Depok, Jawa Barat, Selasa (19/11/2019).

Saat ditanya lebih jauh terkait barang sitaan First Travel, pihaknya enggan berkomentar banyak. Menurut Kosasih barang bukti yang dipindahkan ke Kantor Kejaksaan Negeri Depok yang lama tidak hanya barbuk First Travel saja, tetapi juga ada barang bukti dari kasus penipuan Koperasi Pandawa.

Sementara itu, korban First Travel mengaku tidak menerima dan merasa kecewa akan keputusan Pengadilan Negeri yang memutuskan dana mereka dikembalikan ke negara. Bukan kepada mereka selalu korban.

Salah satu korban First Travel yakni Qomar menuturkan, keputusan hasil lelang aset tersebut diserahkan ke negara tidak adil baginya.

"Ini kan negara tidak dirugikan. Ini uang rakyat, kok diambil negara," kata Qomar ketika dikonfirmasi.

Alasan dirinya tidak menerima uang hasil lelang diambil negara karena keluarganya gagal berangkat ibadah umrah ke Tanah Suci. Total keluarga yang gagal ibadah melalui jasa perjalanan itu sebanyak 26 orang, termasuk dirinya. "Saya rugi hingga Rp 406 juta akibat ulah tiga bos First Travel itu," keluh Qomar.

Ketika ditanya apakah akan menempuh upaya lain terkait kasus itu, Qomar pun seakan putus asa.

"Ya kalau kami sih sudah lelah. Ya sudah lelah lah, sudah capek dengan kondisi seperti ini. Pemerintah sudah enggak ada pedulinya terhadap jamaah (korban). Ya mereka menganggapnya itu kesalahan jemaah," tutur Qomar.

Lebih lanjut Qomar mempertanyakan, jika uang itu disita oleh negara maka akan digunakan untuk apa dan oleh siapa?

"Ya kalau uangnya disita negara emang itu uang siapa. Itu kan (uang) kami cari dengan susah payah, kok malah disita negara. Itu kan uang jemaah," tuturnya.

Namun jika uang hasil lelang itu digunakan untuk kepentingan umum, Qomar mengaku pasrah dan ikhlas.

"Mau dibangun masjid kek, atau apa kek. Ikhlas sih ikhlas tapi kalau dijadikan sesuatu yang bermanfaat. Kami tidak ikhlas kalau diambil buat negara, kecuali dibangun masjid biar jadi pahala. Sedangkan kalau dibagikan ya mungkin nggak seberapa jadi biar jadi pahala saja dengan dibangun jadi masjid," ujar Qomar.

Hal yang sama diungkap korban First Travel lainnya yakni Sukardi. Dia tidak ikhlas hasil lelang nanti diambil negara. "Jelas nggak ikhlas. Masak negara begitu," kata Sukardi.

Dia dan istrinya mengaku telah mengeluarkan uang sebanyak Rp15 juta agar bisa berangkat umrah pada empat tahun lalu. Kini setelah melalui proses hukum yang berliku, Sukardi dan istrinya kembali dipaksa menelan kenyataan pahit bahwa uang mereka diperkirakan tidak akan kembali.

Terkait hal itu, Sukardi pun mengaku bingung harus menempuh cara apa lagi agar bisa mendapatkan haknya kembali.

"Saya tidak mengerti jalurnya gimana. Saya ikhlas kalau uangnya buat membangun masjid. Tapi kalau diambil negara saya tidak ikhlas," kata Sukardi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 
BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Resmikan Pelayanan Jantung Terpadu RSUD Tarakan, Ini Harapan Anies

Saa meresmikan pusat PJT RSUD Tarakan, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, berharap warga yang terkena penyakit jantung bisa cepat ditangani.

MEGAPOLITAN | 28 September 2021

PTM, 7 Sekolah di DKI Ditutup Sementara

Saat ini Dinas Kesehatan DKI melakukan test PCR secara sampling di 46 sekolah yang mengikuti PTM terbatas.

MEGAPOLITAN | 28 September 2021

Penahanan Kepala Sekuriti Perumahan Permata Buana Dinilai Berlebihan

Para pengurus RW 11 Perumahan Taman Permata Buana melalui kuasa hukumnya mengeluhkan sikap Polres Metro Jakarta Barat yang menahan koordinator sekuriti RW 11.

MEGAPOLITAN | 28 September 2021

Kisruh Paripurna Interpelasi Formula E, Wagub Berharap DPRD DKI Solid dan Rukun

Riza meminta agar semua fraksi bisa duduk bersama untuk saling melengkapi demi membangun Jakarta yang lebih baik.

MEGAPOLITAN | 28 September 2021


Konser dan Pesta Besar, Pemkot Tangerang Tunggu Arahan Pemerintah Pusat

Ditambahkan, pemberian izin penyelenggaraan konser dan pesta berskala besar ini harusnya dilihat dari kondisi dan wilayah.

MEGAPOLITAN | 28 September 2021

Gelar Paripurna Interpelasi Formula E, Ketua DPRD DKI Resmi Dilaporkan ke Badan Kehormatan

Keempat Wakil Ketua DPRD tersebut adalah Mohamad Taufik, Zita Anjani, Abdurahman Suhaimi, dan Misan Samsuri.

MEGAPOLITAN | 28 September 2021

Kasus Aktif Covid-19 di Kota Bekasi Tersisa 34 Orang

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mendata, kasus aktif Covid-19 di wilayah ini hanya tersisa 34 orang yang tersebar di 15 kelurahan.

MEGAPOLITAN | 28 September 2021

Tunggu Kajian, Bima Arya Minta KRB Tunda Buka Wisata Lampu Glow

Wali Kota Bogor Bima Arya minta pengelola Kebun Raya Bogor (KRB) menunda rencana wisata malam Glow pada Oktober nanti.

MEGAPOLITAN | 28 September 2021

Penganiayaan Muhammad Kace, Propam Polri Terima Izin MA Periksa Irjen Napoleon Bonaparte

Divisi Propam Polri mendapatkan izin dari MA untuk memeriksa Napoleon Bonaparte terkait dengan perkara dugaan penganiayaan terhadap tersangka M Kace.

MEGAPOLITAN | 28 September 2021


TAG POPULER

# Citilink


# PTM


# Piala Sudirman


# Interpelasi Formula E


# Pengobat Alternatif Ditembak



TERKINI
Tambah Koleksi Mobil, Cristiano Ronaldo Beli Bentley Rp 4,2 M

Tambah Koleksi Mobil, Cristiano Ronaldo Beli Bentley Rp 4,2 M

BOLA | 3 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings