PDIP Kritik Penggusuran Sunter, Gerindra-PKS Bela Anies
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PDIP Kritik Penggusuran Sunter, Gerindra-PKS Bela Anies

Selasa, 19 November 2019 | 11:37 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Penggusuran yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara mendapatkan kecaman dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. Namun pembelaan tetap datang dari dua partai pengusung Anies Baswedan, yaitu Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Gembong Warsono mengatakan apa yang dikatakan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat debat calon gubernur pada Pilkada 2017 sudah terbukti di era kepemimpinan Anies Baswedan yakni, menata Jakarta tidak mungkin dilakukan tanpa menggusur.

“Itu sebagaimana dikatakan Ahok. Ahok kan pernah katakan dalam debat kampanye dulu. Kalau untuk menata Jakarta tidak mungkin tanpa penggusuran. Karena hanya ingin mendapatkan simpati masyarakat, maka Pak Anies sampaikan program itu (tanpa menggusur),” kata Gembong Warsono, Selasa (19/11/2019).

Langkah Anies menggusur Sunter membuat ia menjadi pemimpin yang tidak konsisten. “Apa yang diucapkan tidak konsisten. Faktanya Pak Anies melakukan penggusuran. Apa yang diucapkan saat kampanye itu hanya lips service untuk mendapatkan simpati masyarakat,” ujar Gembong Warsono.

Wali Kota Jakut: Korban Gusuran Sunter Bukan Warga DKI

Gembong Warsono mengatakan, dalam menata Kota Jakarta, tidak ada cara lain tanpa melakukan penggusuran. Apalagi, banyak warga yang menduduki tanah negara secara ilegal. Untuk menegakkan aturan, harus dilakukan dengan aturan.

“Untuk melakukan penataan Jakarta ya mau tidak mau harus lakukan itu. Tapi, apa yang dilakukan itu kan kontradiksi dengan apa yang diucapkan. Tapi yang sekarang harus jadi catatan Anies, warga yang tergusur harus mendapat tempat layak huni. itu harus dipikirkan,” tegas Gembong Warsono.

Usai Digusur, Tidak Ada Warga Sunter Daftar di Rusun Marunda

Ia pesimistis Anies Baswedan akan memberikan tempat hunian layak bagi warga Sunter korban penggusuran. Fraksi PDI Perjuangan akan mendorong agar warga mendapatkan tempat hunian layak.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra Mohamad Taufik membela Anies Baswedan. Ditegaskannya, Anies Baswedan tidak pernah memberikan janji kampanye tidak akan melakukan penggusuran. “Enggak ada janji enggak ada penggusuran. Setahu saya enggak ada. Makanya tergantung lokasinya apa. Tanah siapa itu. Janji Pak Anies itu penataan lingkungan. Kayak akuarium. Tetap taruh di situ. Kan Kampung Akuarium di situ,” kata Mohamad Taufik.

Bila itu tanah pemerintah yang diduduki warga, maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI harus membereskan agar warga tidak menduduki secara ilegal. Pasalnya, menduduki tanah secara tidak sah merupakan tindakan melanggar hukum. “Ya harus diberesin kan,” ujar Mohamad Taufik.

Ketua DPD DKI Partai Gerindra ini yakin warga yang terkena penggusuran akan dipindahkan ke tempat hunian layak. Seperti kasus penggusuran Kampung Akuarium, mereka dibuatkan shelter selama pembangunan rusun. Ketika pembangunan rampung, mereka dipindahkan ke rusun.

Menurutnya, Anies Baswedan sudah melakukan prosedur tepat dalam penataan kota Jakarta. Tetapi bila masih ada warga yang protes terhadap penggusuran tersebut, menurutnya hal wajar.

Senada dengan Gerindra, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan pihaknya yakin Anies Baswedan tidak akan mengambil kebijakan tersebut tanpa berdiskusi langsung dengan warga di kawasan Sunter. “Prinsip Mas Anies selalu mendahulukan pendekatan humanis,” kata Mardani Ali Sera.

Namun bila kembalipada saat debat calon gubernur Pilkada DKI 2017, isu penggusuran pernah dimunculkan Anies Baswedan. Saat itu, ia menjelaskan penggusuran bukan hanya semata-mata soal pemukiman, tetapi juga manusia. Dalam penggusuran ada berbagai aspek seperti aspek kesehatan, sosial dan pendidikan.

“Karenanya, yang kita lakukan adalah cara modern yakni urban renewal atau peremajaan kota. Sel kita saja melakukan renewal. Sel kita ini setiap hari melakukan renewal. Tapi kalau kota seringkali tidak. Begitu tertinggal, terbelakang, yang kita lakukan apa? Bersihkan,” kata Anies Baswedan saat itu.

Bahkan dalam suatu wawancara saat kampanye, Anies Baswedan mengatakan kepada media, dalam penataan kota tidak diperlukan penggusuran. Dalam penataan kota, yang dihilangkan bukan kampungnya, tetapi kumuhnya.

“Kalau kampungnya kumuh dijadikan kampung yang bersih, sehat dan nyaman. Dan itu dilakukan penataan ulang. Itu sudah biasa dilakukan di berbagai belahan dunia. Karena kampung kumuh itu bukan hanya di Jakarta, tetapi juga banyak kota-kota besar di negara-negara berkembang. Jadi nanti setiap tempat pendekatannya berbeda-beda. Jadi memang keunikan dari penataan ulang adalah karena solusinya sesuai dengan situasi,” ujar Anies.

Tidak hanya itu, kerap kali, Anies Baswedan enggan menggunakan kata menggusur. Ia lebih memilih kata menggesar. Dalam kampanyenya, Anies Baswedan berjanji tidak akan menggusur hunian warga DKI, melainkan hanya menggeser saja.

Seperti diketahui, penggusuran dilakukan oleh Pemerintah Kota Jakarta Utara dibantu oleh 1.500 personel gabungan dari kepolisian, satpol PP dan PPSU di Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kamis (14/11/2019). Penggusuran itu pun sempat ricuh karena warga bersikeras mempertahankan bangunan yang telah mereka tinggali selama puluhan tahun.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Barang Bukti First Travel Dipindahkan ke Kantor Kejari Depok Lama

Barang sitaan tersebut dipindah karena area parkir sudah tidak dapat menampung.

MEGAPOLITAN | 19 November 2019

DKI Akan Gelar Banyak Festival Lima Tahun ke Depan

Dalam setiap penyelenggaraan festival dipastikan ada pergerakan roda perekonomian.

MEGAPOLITAN | 19 November 2019

Imbas Pengecoran, Lalulintas Jalan Cikini Raya Padat

Pengendara motor maupun mobil "mengular" hingga ke kawasan Tugu Tani.

MEGAPOLITAN | 19 November 2019

Sejumlah Kebakaran dan Banjir Rob Landa Sebagian Jakarta

Tidak ada laporan terkait korban maupun kerugian materi.

MEGAPOLITAN | 19 November 2019

Motivasi Penyiram Soda Api Agar Bisa Berbagi Penderitaan

Tersangka FY pernah mengalami kecelakaan kerja jatuh dari lantai tiga, dan mengalami kesulitan pembiayaan pengobatan.

MEGAPOLITAN | 19 November 2019

Makin Sempit, TPU Pondok Kelapa Tinggal 100 Liang Lahat

Sekitar 20 hektare lahan telah digunakan.

MEGAPOLITAN | 19 November 2019

Galang Solidaritas, PSI Bagikan Makanan kepada Korban Penggusuran di Sunter

Ke depan, PSI akan mendirikan foodbank lain di sejumlah daerah sebagai bentuk solidaritas kepada sesama warga.

MEGAPOLITAN | 19 November 2019

Dinas Penanaman Modal DKI Kembali Gelar Mal Pelayanan Publik Mendongeng

Mal Pelayanan Publik Mendongeng bertujuan mengenalkan kata "izin" sejak dini kepada anak dengan makna yang positif dan membahagiakan.

MEGAPOLITAN | 19 November 2019

BMKG Ingatkan Hujan dengan Petir di Jaksel dan Jakbar

BMKG juga memperingatkan masyarakat potensi terjadinya hujan lebat.

NASIONAL | 19 November 2019

Yuk, Tengok Rumah Sakit Apung yang Lagi Sandar di Jakarta

Kapal tersebut memiliki 61 ruangan, termasuk salah satunya ruang operasi, ICU, radiologi, laboratorium, dan apotek.

MEGAPOLITAN | 18 November 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS