300.000 Penduduk Jakarta Belum Miliki E-KTP
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

300.000 Penduduk Jakarta Belum Miliki E-KTP

Rabu, 20 November 2019 | 07:12 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Keterbatasan blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), membuat 291.258 penduduk Jakarta yang belum bisa mencetak tanda kependudukannya. Sehingga, mereka belum mempunyai e-KTP sebagai identitas sebagai warga DKI Jakarta.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatan Sipil (Dukcapil) DKI Dhany Sukma mengatakan sampai akhir Oktober 2019, permohonan cetak e-KTP ada hampir 300.000. Jumlah permohonan pencetakan e-ktp ini tidak sebanding dengan distribusi blanko dari Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri).

“Sampai akhir Oktober 2019, permohonan cetak e-KTP sebanyak 291.258 orang. Sedangkan rata-rata distribusi blanko dari Kemdagri untuk DKI Jakarta hanya sekitar 7.000 blanko per bulan,” kata Dhany Sukma kepada Beritasatu.com, Rabu (20/11/2019).

Ribuan blanko tersebut harus dibagi ke enam wilayah DKI Jakarta. Jumlah tersebut tidak sebanding dengan kebutuhan blanko e-KTP di Jakarta yang mencapai 80.000 lebih per bulan.

Melihat permasalahan ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengirimkan surat ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Isi surat itu, meminta pendelegasian kewenangan pengadaan blanko e-KTP dapat diserahkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

Sehingga, Pemprov DKI dapat melakukan pengadaan blanko e-KTP, mengingat kebutuhan yang sangat besar setiap bulannya.

“Upaya yang sudah kita lakukan, ya Pak Gubernur bersurat ke Mendagri untuk meminta pendelagasian kewenangan pengadaan blanko e-KTP dapat diserahkan ke pemerintah daerah,” ujar Dhany Sukma.

Selama pengadaan blanko dipusatkan di Kemdagri, maka Pemprov DKI tidak bisa berbuat apa-apa. Selain menunggu distribusi blanko e-KTP dikirimkan ke DKI Jakarta. “Kewenangan pengadaan blanko e-KTP ada di Kemdagri. Perkembangannya bisa ditanyakan ke Kemdagri,” terangnya.

Kendati demikian, hingga saat ini, kepemilikan e-KTP di Jakarta sudah mencapai 99,62 persen dari jumlah penduduk Jakarta sekitar 10 juta lebi. Artinya, Dinas Dukcapil DKI masih mengejar kepemilikan e-KTP bagi 0,38 persen penduduk Jakarta.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Gembong Warsono mengungkapkan banyak warga yang mengeluhkan belum tercetaknya e-KTP. Sehingga mereka hanya mengantongi surat keterangan (Suket) sebagai pengganti sementara e-KTP.

“Kita selalu dapat keluhan dari warga, dari kelurahan mengenai kelangkaan blanko e-KTP. Ini harus dicari jalan keluarnya. Jangan sampai Jakarta kekurangan blanko e-KTP,” kata Gembong Warsono.

Hal senada juga disampaikan anggota Fraksi Gerindra Syarif. Menurutnya, persoalan kekurangan blanko e-KTP sudah bertahun-tahun terjadi. Seharusnya Pemprov DKI dapat mencari jalan keluar agar permasalahan ini tidak terulang terus menerus dan kebutuhan warga mendapatkan e-KTP dapat terpenuhi.

“Kekurangan blanko e-KTP sudah bertahun-tahun terjadi. Berulang kali, kita sampaikan tolong dicarikan jalan keluarnya. Pemprov DKI, dalam hal ini Dinas Dukcapil harus ada terobosan untuk memecahkan masalah ini,” tukas Syarif.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Waspadai Potensi Hujan Disertai Petir di Jaksel dan Jaktim

Dilansir laman resmi BMKG, potensi hujan disertai kilat dan angin kencang diperkirakan akan terjadi pada sore hari.

MEGAPOLITAN | 20 November 2019

Alumnus Lemhanas Gelar Aksi Peduli Gizi dan Minum Susu

Sosialisasi peduli gizi dan minum susu ini adalah program yang sudah berjalan dan secara terus menerus dan akan terus dilakukan.

MEGAPOLITAN | 19 November 2019

Anies Minta Satpol PP Pembobol Bank DKI Dipidana

Anies Baswedan meminta kasus itu diusut dan pelakunya dipidana.

MEGAPOLITAN | 19 November 2019

Sebanyak 40 Siswa SMP 20 Depok Terserang Hepatitis A

Sebanyak 40 siswa SMP Negeri 20 Kota Depok Jawa Barat dan tiga guru terserang penyakit hepatitis A dalam seminggu terakhir ini.

MEGAPOLITAN | 19 November 2019

Sebanyak 13.416 Pelamar, Daftar Seleksi CPNS DKI

Hingga hari ini, Selasa (19/11/2019), jumlah pelamar sudah mencapai 13.416 orang.

MEGAPOLITAN | 19 November 2019

Pelaku Penipuan Rekrutmen Pilot Ditangkap

Pelaku menjanjikan kepada korban dapat memberikan pekerjaan sebagai pilot di salah satu maskapai nasional.

MEGAPOLITAN | 19 November 2019

Korsleting Listrik, Bedeng Terbakar di Jalan Gatot Subroto

"Api sudah dipadamkan. Korban nihil. Kerugiannya kurang lebih Rp 5.000.000," ungkap Sugeng.

MEGAPOLITAN | 19 November 2019

Penggusuran di Sunter, Anies: Tanya ke Wali Kota Jakut

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan mengomentari perihal penggusuran warga Sunter di Jakarta Utara.

MEGAPOLITAN | 19 November 2019

Dugaan Penistaan Agama, Kasus Sukma Diproses Polda Metro

Sumawati membantah tuduhan dirinya telah menista agama.

MEGAPOLITAN | 19 November 2019

CPNS DKI Kantongi Gaji Rp 20 Juta Tiap Bulan

TKD pegawai dengan golongan III-A mendapatkan Rp 17.370.000 per bulan. Dengan demikian, pendapatan yang mereka peroleh setiap bulan mencapai Rp 19.949.000.

MEGAPOLITAN | 19 November 2019


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS