Ade Armando Penuhi Panggilan Penyidik soal Kasus Meme Anies

Ade Armando Penuhi Panggilan Penyidik soal Kasus Meme Anies
Ade Armando ( Foto: Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / CAH Rabu, 20 November 2019 | 11:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Akademisi Ade Armando, memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan sebagai terlapor soal kasus unggahan gambar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mirip badut atau Joker di media sosial, di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, hari ini.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, Ade yang mengenakan kemeja batik datang seorang diri, ke Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, sekitar pukul 10.20 WIB.

"Saya datang ke Krimsus Polda berkaitan laporan mengenai Facebook saya yang menyindir pak Anis Baswedan sebagai Joker itu," ujar Ade, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/11/2019).

Baca JugaPeriksa Fahira Idris soal Meme Anies, Penyidik Ajukan 13 Pertanyaan

Menyoal ada kabar dirinya tidak akan datang memenuhi panggilan penyidik, Ade menyampaikan, dirinya selalu datang setiap ada panggilan polisi.

"Tentu saja itu fitnah. Ada orang yang mengkatakan itu, saya juga dengar dan ada orang katakan apakah saya akan penuhi panggilan, saya akan katakan selama hidup saya setiap kali saya dipanggil oleh polisi, saya selalu datang. Saya selalu percaya profesionalisme kepolisian. Karena selama ini pengalaman saya berulang kali dilaporkan oleh berbagai pihak, itu selalu saya datang dan selalu prosesnya berjalan profesional sampai saat ini, dan dengan harapan seterusnya memang saya belum pernah dinyatakan bersalah," ungkapnya.

Ade menyampaikan, apa yang dilakukannya adalah untuk mengkritik agar uang rakyat tidak dihambur-hamburkan apalagi dikorupsi.

Baca Juga: Setelah Dilaporkan Fahira, Ade Armando Kerap Diserang di Medsos

"Kita sedang bersama-sama memperjuangkan, perangnya adalah perang lawan potensi korupsi di pemerintahan DKI. Ini bukan saya sendirian, ini kan ramai sekali orang-orang kritik cara Pak Anies kelola DKI saat ini. Jadi beliau harus terus dikritik, disindir, diserang bukan dengan niat buruk, tetapi dengan niat agar uang rakyat tidak sampai dihambur-hamburkan atau bahkan dikorupsi," katanya.

Sebelumnya diketahui, Fahira Idris melaporkan Ade Armando terkait unggahan gambar atau meme Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mirip badut atau Joker, di media sosial Facebook.

Laporan Fahira tercatat dengan nomor laporan LP/7057/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus, terkait dugaan pelanggaran Pasal 32 ayat 1 juncto Pasal 48 ayat 1 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

 



Sumber: BeritaSatu.com