DKI Resmikan 4 Instalasi Pengolahan Air Laut untuk Air Minum

DKI Resmikan 4 Instalasi Pengolahan Air Laut untuk Air Minum
Peresmian IPA SWRO di Pulau Payung, Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (20/11/2019). ( Foto: Lenny Tambun / Lenny Tambun )
Lenny Tristia Tambun / MPA Rabu, 20 November 2019 | 17:33 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Kebutuhan air bersih sudah sangat mendesak dirasakan penduduk Kabupaten Kepulauan Seribu. Ditambah lagi, wilayah ini menjadi salah satu dari 10 destinasi wisata nasional.

Hingga saat ini, Instalasi Pengolahan Air Minum Sea Water Reverse Osmosis (IPA SWRO) yang mengolah air laut menjadi air bersih untuk minum baru ada di Pulau Untung Jawa yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

 Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kepulauan Seribu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI membangun IPA SWRO di empat pulau, yaitu Pulau Kelapa Dua, Pulau Panggang, Pulau Pramuka dan Pulau Payung.

Keempat IPA SWRO ini yang dibangun sejak tahun 2018 ini, diresmikan Rabu (20/11/2019) di Pulau Payung, Kepulauan Seribu.

Peresmian empat IPA SWRO ini dihadiri Deputi Gubernur DKI bidang Pariwisata dan Kebudayaan Dadang Solihin, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Juaini Yusuf, Direktur Utama (Dirut) PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo dan Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad.

Kepala Dinas SDA DKI Juaini Yusuf mengatakan sebagian pulau di Kepulauan Seribu sudah difasilitasi dengan sistem pengolahan air dengan Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) atau pengolahan air payau menjadi air bersih.

“Tetapi penggunaannya terbatas untuk kebutuhan air minum dan masak. Kesulitan air bersih , terutama saat musim kemarau, sehingga mau tidak mau warga Pulau Seribu menggunakan air isi ulang kemasan atau terpaksa menggunakan air pakai untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Juaini Yusuf di Pulau Payung, Kepulauan Seribu, Rabu (20/11/2019).

Untuk mengatasi kesulitan air bersih di Kepulauan Seribu, pihaknya melakukan kajian studi kelayakan pembangunan SWRO di wilayah tersebut pada 2017. Hasilnya, kajian ini merekomendasikan pembangunan IPA SWRO di Kepulauan Seribu sangat diperlukan.

“Berdasarkan studi ini, maka kami bangun IPA SWRO di empat pulau Kepulauan Seribu. Dibangun sejak tahun 2018. Dan diresmikan tahun 2019, hari ini,” ujar Juani Yusuf.

Yaitu, pertama, IPA SWRO di Pulau Kelapa Dua dengan kapasitas menghasilkan air bersih 0,25 liter per detik dan telah melayani 111 sambungan rumah.

Kedua, IPA SWRO di Pulau Panggang dengan kapasitas tiga liter per detik dan telah melayani 520 sambungan rumah. “Dan akan menambah 664 sambungan rumah lagi di tahun ini,” ujar Juaini Yusuf.

Ketiga, IPA SWRO di Pulau Pramuka dengan kapasitas 1,5 liter per detik dan telah melayani 274 sambungan rumah. Di akhir tahun ini akan menambah 380 sambungan rumah lagi.

Keempat, IPA SWRO di Pulau Payung dengan kapasitas 0,25 liter per detik dan telah melayani 49 sambungan rumah dari total 51 rumah di Pulau Payung.

“Semua pembangunan SWRO menggunakan anggaran dari APBD DKI. Sedangkan untuk pengelolaannya akan diserahkan ke PAM Jaya selalu operator air bersih di DKI Jakarta,” terang Juaini Yusuf.

Total anggaran untuk pembangunan empat IPA SWRO ini sebesar Rp 80 miliar. Setiap IPA SWRO memiliki anggaran yang berbeda sesuai dengan kapasitas air bersih yang dihasilkan.

“Tergantung kapasitasnya. Seperti IPA SWRO di Pulau Payung. Kapasitasnya agak kecil, 0,25 liter per detik. Biayanya sekitar Rp 20 miliar. Kalau yang tiga liter per detik di Pulau Panggang, anggarannya agak besar sekitar Rp 30-40 miliar,” jelas Juaini Yusuf.

Dalam lokasi yang sama, Dirut PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo mengatakan pembangunan keempat IPA SWRO ini merupakan kolaborasi antara PAM Jaya dengan Dinas SDA DKI dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu.

“Sistemnya ini dibangun dengan kolaborasi antara kami, PAM Jaya dengan Dinas SDA. Dinas SDA yang waktu itu dimandatkan membangun IPA SWRO di Kepulauan Seribu sejak 2016 dan selesai 2018 dan kita yang akan mengelolanya,” kata Priyatno Bambang Hernowo.

Meski sudah tersambung pipa distribusi air dari IPA SWRO ke rumah warga, namun saat ini masih uji coba pendistribusian air bersih. Artinya, warga masih menikmati air bersih gratis, tanpa biaya. Nanti baru dikenakan biaya mulai Januari 2020.

“Pipa distribusi air sudah terpasang semua. Sampai saat ini masih uji coba, nanti baru diterapkan Januari 2020. Kita lakukan sosialisasi dari kemarin,” terang Priyatno Bambang Hernowo.

 



Sumber: Suara Pembaruan