Pengendara Skuter Listrik Tidak Perlu Kantongi SIM

Pengendara Skuter Listrik Tidak Perlu Kantongi SIM
Model memperlihatkan GrabWheels di kawasan The Breeze di BSD City, Tangerang, Kamis (9/5/19). GrabWheels berbentuk skuter listrik ramah lingkungan dan bisa digunakan di beberapa lokasi di BSD City selama masa uji coba yang berlangsung hingga pertengahan tahun 2019. ( Foto: BeritaSatu photo / Mohammad defrizal )
Bayu Marhaenjati / WBP Jumat, 22 November 2019 | 21:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengguna skuter listrik, tidak perlu mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM). Sebab, alat angkut perorangan itu tidak melintas di jalan raya.

"Tidak menggunakan (SIM). Itu kan karena skuter listrik hanya diperbolehkan di kawasan tertentu, bukan di jalan," ujar Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Meteo Jaya Kompol Fahri Siregar, Jumat (22/11/2019).

Dikatakan Fahri, pengguna skuter listrik harus sudah berusia minimal 17 tahun. Apabila terjadi pelanggaran, pengecekan usia pengguna skuter listrik tidak harus dari SIM, namun bisa dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau kartu identitas lainnya.

"Identitas enggak harus SIM, kan ada KTP kalau sudah 17 tahun. Jadi kalau dia belum memiliki KTP, ya kita sudah tahu dia belum bisa. Memang sampai saat ini, kita kaji masih belum harus menggunakan SIM pengendaranya," ungkap Kompol Fahri Siregar.

Ihwal siapa yang akan bertanggungjawab atau membayar sanksi tilang apabila pengguna skuter listrik sewaan -milik operator- melakukan pelanggaran, Fahri menegaskan, pengemudinya.

"Ya sama kalau misalnya pinjam mobil rental kan kalau yang ditilang pengemudinya. Kalau mobil rental kan enggak mungkin rentalnya yang ditilang. Kerugian dan denda segala macam yang dikasih pihak peminjam itu urusan pengendara," kata Kompol Fahri Siregar.



Sumber: BeritaSatu.com