Anies Sebut Transformasi Butuh Waktu Panjang

Anies Sebut Transformasi Butuh Waktu Panjang
Surya Paloh dan Anies Baswedan ( Foto: Beritasatu TV )
Lenny Tristia Tambun / FER Selasa, 26 November 2019 | 16:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, sebuah transformasi tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Melainkan butuh waktu yang sangat panjang. Seperti Kota Shanghai, Tiongkok, membutuhkan empat dekade untuk melakukan lompatan besar transformasi kota.

Revitalisasi TIM untuk Simpul Ekosistem Kebudayaan

"Pesan yang sangat penting adalah jangan berpikir semua selesai dalam satu atau dua malam. Tapi kerja yang waktunya panjang," kata Anies Baswedan dalam acara Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2019).

Sebuah transformasi kota atau negara, menurut Anies Baswedan, tidak lepas kaitannya dengan pembangunan infrastruktur. Untuk melakukan pembangunan infrastruktur dipastikan membutuhkan waktu cukup panjang.

"Seperti pembangunan infrastruktur konektivitas jalan dan telekomunikasi. Yang sekarang sedang dilakukan transformasi yang luar biasa. Yang nanti ketika kita melihat, misalnya satu atau dua dekade ke depan, kita akan menyaksikan betapa dampaknya besar keputusan-keputusan pembangunan yang transformatif seperti ini," jelasnya.

Jakarta Dinilai Seperti Kampung, Ini Komentar Anies

Menurut Anies Baswedan, Jakarta sendiri sedang melakukan transformasi. Salah satu diantaranya adalah transformasi di sektor transportasi. Dalam waktu dua tahun saja, transformasi transportasi yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah mencapai lompatan dua kali lipat.

Buktinya, di tahun 2017, jumlah penumpang transportasi publik di Jakarta mencapai sekitar 338.000 orang per hari. Maka di tahun 2019, jumlah penumpang meningkat menjadi sekitar 700.000 orang per hari.

"Transportasi di Jakarta diintegrasikan antar rute, kemudian ticketing management. Dan apa yang terjadi? Lompat dua kali lipat dalam dua tahun. Kenapa? Ya karena ada transformasi serius di bidang integrasi transportasi. Artinya, ketika kita melakukan langkah-langkah yang tepat untuk melakukan transformasi, maka lompatan yang drastis itu terjadi," tuturnya.

Anies Baswedan menambahkan, transformasi Shanghai secara besar-besaran memberikan pelajaran bagi dirinya. Bahwa transformasi besar-besaran tidak terjadi hanya di Tiongkok, tetapi di seluruh negera di dunia.

"Tiongkok memberikan pelajaran bahwa lompatan drastis itu bukan hanya satu atau dua lokasi, tetapi di seluruh negeri. Jadi ini pesan yang menurut saya untuk kepala daerah menjadi menarik," tegas Anies Baswedan.



Sumber: BeritaSatu.com