Program Prioritas RAPBD DKI Harus Dipertegas

Program Prioritas RAPBD DKI Harus Dipertegas
Anggota DPRD DKI dari PSI, August Hamonangan. (Foto: Istimewa)
Bhakti Hariani / FER Rabu, 4 Desember 2019 | 15:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan, meminta program prioritas Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) DKI Jakarta lebih diutamakan kepada hal yang bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat.

DKI Tegaskan Tak Pangkas Anggaran Rehabilitasi Sekolah

Salah satu yang menjadi sorotan PSI adalah pengganggaran bagi para petugas PKK dan pembangunan sarana mandi cuci kakus (MCK) di sekolah yang layak dan tidak asal-asalan.

August menilai, hal ini lebih prioritas daripada pelaksanaan kegiatan Formula E yang akan dihelat Pemprov DKI Jakarta. Saat ini, dikatakan August, akibat pelaksanaan Formula E ini anggaran pendidikan menyusut sebanyak 50 persen.

"Dalam penyampaian jelas ada perubahan atau pengurangan. Belum lagi anggaran yang dikeluarkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika yang digunakan untuk membiayai iklan sosialisasi Formula E. Ini kan tidak prioritas," kata August di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

PSI: Anies Harus Berani Potong Anggaran

Menurut August, hal yang lebih prioritas adalah memberikan dana untuk operasional para kader PKK yang telah berjibaku di lapangan untuk menyosialisasikan dan menjalankan program Pemprov DKI Jakarta dan juga program Wali Kota masing-masing wilayah di Jakarta. Dari hasil reses yang dilakukannya, August mendapatkan informasi bahwa apa yang diterima kader PKK tidak sebanding dengan apa yang telah mereka lakukan.

"Untuk operasional mereka saja tidak sebanding. Hanya ada fasilitas saja tapi untuk sekadar membeli pulsa saja tidak ada. Ini bagaimana? Padahal peran mereka strategis dalam menjalankan program Pemprov DKI dan Wali Kota. Mereka memang kerja sosial tapi fasilitas yang mereka dapatkan tak sebanding dengan operasional mereka sehari-hari untuk menjalankan tugas," tegas August.



Sumber: Suara Pembaruan