Sisi Timur Tanggul Pelabuhan Muara Baru Roboh

Sisi Timur Tanggul Pelabuhan Muara Baru Roboh
Kondisi robohnya 100 meter tanggul laut NCICD di sisi Timur Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman Muara Baru yang sudah terpasang seng, Jakarta Utara, Rabu (4/12/2019). ( Foto: Istimewa )
Carlos Roy Fajarta / JAS Rabu, 4 Desember 2019 | 23:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sepanjang kurang lebih 100 meter tanggul laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di sisi Timur Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman Muara Baru, Jakarta Utara roboh pada Selasa (3/12/2019) kemarin sore.

Robohnya tanggul beton ini mengarah ke arah laut sehingga menyebabkan air laut mulai masuk dan menggenangi urukan tanah yang ada di bagian belakang tanggul.

Bagian tanggul beton yang masih utuh tampak terputus dari sisi 100 meter tanggul beton yang roboh atau ambles. Kini fisik dari tanggul beton yang roboh itu sudah tidak terlihat karena tertutup oleh permukaan air laut.

Pada Rabu (4/12/2019) tampak para pekerja memasang bambu dan rangkaian seng untuk menutupi area tanggul yang roboh tersebut.

Petugas keamanan tempat usaha di depan area tanggul roboh, Ahmad (24) mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 kemarin.

"Awalnya itu seperti ada getaran kemudian bagian tanggul perlahan-lahan roboh, sampai jam dua dini hari tadi juga masih ada yang bilang merasakan getaran," ujar Ahmad kepada awak media di lokasi tak jauh dari area tanggul yang roboh.

Robohnya tanggul ini dikatakannya membuat para pekerja yang beraktivitas di sekitar pergudangan perikanan tak jauh dari tanggul roboh merasa khawatir akan terkena banjir rob maupun risiko bahaya lainnya.

"Di sini itukan ada gardu tegangan tinggi, takutnya robohnya tanggul membuat banjir rob dan menyebabkan korban sengatan listrik," tambah Ahmad.

Ahmad juga mengungkapkan meskipun sebelum robohnya tanggul laut area kantor tempat ia sudah bekerja selama setengah tahun terakhir sering tergenang banjir rob semata kaki orang dewasa. Ia khawatir dengan robohnya sekitar 100 meter bagian tanggul itu dapat menambah ketinggian banjir rob saat puncak pasang air laut.

Ketika dikonfirmasi, Camat Penjaringan Muhammad Andri mengatakan, robohnya tanggul tersebut tidak sampai menggenangi permukiman warga sekitar. Area yang rawan terdampak adalah pergudangan perikanan di RW17 Kelurahan Penjaringan.

"Tanggul yang roboh berjarak 50 meter dari area pergudangan terdekat. Saat ini posisi ketinggian air laut ada di dua meter di bawah pengurukan tanah," kata Andri.

Dikatakan Andri pihak pelaksana proyek sudah mengamankan area tanggul yang roboh dan akan melakukan pembangunan kembali area tanggul roboh tersebut. 



Sumber: Suara Pembaruan