Susi Susanti Kenang Ciputra Sebagai Ayah Keduanya

Susi Susanti Kenang Ciputra Sebagai Ayah Keduanya
Susi Susanti saat mengikuti pemakaman Pendiri Ciputra Grup, Dr (HC) Ir Ciputra akan dimakamkan di Memorial Park, Citra Indah, Jonggol, Kabupaten Bogor, Kamis, 5 Desember 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale )
Vento Saudale / CAH Kamis, 5 Desember 2019 | 17:36 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susi Susanti mengenang Ciputra sebagai ayah kedua, khususnya yang mendorong dalam prestasi bulu tangkis di Indonesia. Hal itu dikatakan, Susi saat menghadiri pemakaman Ciputra di di Memorial Park, Citra Indah, Jonggol, Kabupaten Bogor, Kamis (5/12/2019).

Susi mengenang Ciputra sebagai pendiri klub bulu tangkis PB Jaya Raya yang sangat konsen dalam olahraga di Indonesia.

"Saya tiba di Jakarta pada usia 14 tahun. Om Cip (sapaan Ciputra), merupakan ayah kedua saya, ketika saya bergabung dengan klub Jaya Raya, Jakarta. Ia sangat perhatian kepada anak-anak asuhnya," paparnya.

Susi pun ingat ketika, prestasi Susi masih dalam baru-baru. Ciputra kerap memberikan semangat kepada Susi.

“Sebelum saya juara. PON pada tahun 1987 di Kuningan. Om duduk di pinggir lapangan kasih support saya. Lalu memberikan nasihat-nasihatnya untuk terus mengembangkan diri untuk juara,” paparnya.

Kedekatan Susi dengan Ciputra pun diuji ketika pada tahun 80-an, ketika krisis keuangan. Dengan kepercayaan Ciputra membangun kembali PB Jaya Raya.

"Pada masa terpuruk, saya bersama om cip membangun kembali klub bulu tangkis. Kata dia, selama bisa dibangun, mari kita bangun kembali Jaya Raya,” kenang Susi.

Lewat kerja keras dan dedikasinya, Ciputra bersama PB Jaya Raya telah mengharumkan nama Indonesia di kancah bulutangkis dunia. PB Jaya Raya telah melahirkan nama-nama besar mulai dari Rudy Hartono, Susi Susanti, Hendra Setiawan, Markis Kido, Greysia Polii dan masih banyak lagi.

Salah satu puncak prestasi tertinggi yang berhasil diukir adalah medali emas olimpiade yang dipersembahkan Susi Susanti di Barcelona, Spanyol, pada 1992 dan Hendra/Kido pada 2008 di Beijing, China.

Selain itu, pasangan Tony Gunawan/Candra Wijaya juga merebut medali emas di Olimpiade Sydney tahun 2000.

“Mulai dari memberi perhatian, nasehat dan dukungan dana yang terus menerus dalam membina atlet-atlet muda. Beliau terus ingin menciptakan juara-juara baru untuk mengharumkan nama Indonesia," tambah Susi.



Sumber: BeritaSatu.com