Anies Dukung Perluasan Penerapan Kamera Tilang Elektronik

Anies Dukung Perluasan Penerapan Kamera Tilang Elektronik
Kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) terpasang di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menerapkan penilangan dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dengan memasang 10 kamera baru dekat rambu tilang elektronik. Fitur tersebut dapat mendeteksi pemakaian sabuk pengaman, penggunaan telepon genggam oleh pengemudi, nomor pelat ganjil genap dan batas kecepatan pengemudi. ( Foto: ANTARA FOTO / Nova Wahyudi )
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 5 Desember 2019 | 20:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung kolaborasi Polda Metro Jaya dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) yang akan meningkatan cakupan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di wilayah Ibu Kota dengan pemasangan kamera CCTV di jalur busway dan jalan tol.

Polda Metro Jaya Luncurkan ETLE Development Program

Peluncuran ETLE Development Program tersebut dilakukan bersamaan dengan peluncuran E-Drives, Aplikasi Satpam Mantap dan Aplikasi HELP Renakta di Balai Pertemuan Metro Jaya, Jalan Jend Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (5/12/2019).

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mendukung penuh perluasan penerapan ETLE di jalur busway dan jalan tol. Dengan harapan, kegiatan penertiban lalu lintas akan semakin meningkat. Sehingga membawa dampak bagi para pengendara bermotor menaati rambu-rambu lalu lintas yang ada.

"Kami di Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh semua inovasi. Jadi kita bersyukur. Inovasi-inovasi ini kita ingin dorong terus. Dan kami di Pemprov DKI Jakarta menyadari persis bahwa ini adalah kerja bersama. Ini bukan semata-mata kerja di lingkungan Polda, kerja di lingkungan Pemprov, tapi ini adalah kerja bersama,” kata Anies Baswedan.

Jakarta Butuh Ratusan Kamera Tilang

Anies mengungkapkan saat ini, hanya 23 persen penduduk Jakarta yang menggunakan angkutan umum. Sisanya, 77 persen penduduk Jakarta menggunakan kendaraan pribadi untuk mobilitas sehari-hari. Kondisi ini berdampak pada kemacetan lalu lintas di Ibu Kota.

Berdasarkan hal itu, Anies Baswedan mengatakan setiap kebijakan Pemprov DKI dalam menangani kemacetan lalu lintas adalah dengan memindahkan penggunaan kendaraan bermotor pribadi kepada angkutan umum.

"Memindahkan kendaraan pribadi ke kendaraan umum mengharuskan kenyamanan di kendaraan umum. Karena bila kendaraan umum tidak nyaman, maka publik tidak akan mau berpindah. Tapi ini semua hanya bisa terjadi jika kendaraan umumnya bisa melintas dengan leluasa. Karena itu, adanya kolaborasi ETLE di rute-rute Transjakarta berdampak amat positif pada peningkatan jumlah penumpang kendaraan umum,” terang Anies Baswedan.

DKI Bantu Ditlantas Tambah Puluhan Kamera Tilang

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyatakan, program ETLE ini bukan hanya akan meningkatkan pengguna kendaraan umum, tetapi juga akan meningkatkan interaksi antar masyarakat.

Seperti diketahui, saat ini terdapat 12 kamera ETLE yang ditempatkan di kawasan Sudirman-Thamrin. Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Polda Metro Jaya akan menambahkan 57 kamera ETLE yang terpasang di beberapa ruas jalan di Jakarta.

Selain itu, selama satu tahun terakhir, sistem ETLE membuahkan hasil yang cukup memuaskan dengan menindak 54.074 pelanggar lalu lintas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25.459 pelanggar telah melakukan pembayaran denda, dan 28.615 pelanggar telah diblokir kendaraannya.

Melalui sistem ETLE, denda tilang yang telah diserahkan kepada negara sebesar Rp 3,96 miliar. Di sisi lain, tilang elektronik telah mampu menurunkan jumlah pelanggar lalu lintas hingga 27 persen berdasarkan catatan Ditlantas Polda Metro Jaya.



Sumber: BeritaSatu.com