Tol Layang Jakarta-Cikampek II Dilengkapi Fasilitas Darurat

Tol Layang Jakarta-Cikampek II Dilengkapi Fasilitas Darurat
Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated). (Foto: Handout)
Mikael Niman / YUD Jumat, 6 Desember 2019 | 09:11 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Konstruksi Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated) tepat di atas sebagian Tol Jakarta-Cikampek eksisting telah dilengkapi fasilitas kedaruratan bagi pengguna tol.

‎Hal ini dilakukan demi menjamin keamanan pengguna jalan di Tol Layang Jakarta-Cikampek II yang memiliki karakteristik berbeda dengan jalan tol lainnya.

"Dalam ‎keadaan darurat, kami membuat 8 bukaan atau U-turn sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated), yang dilengkapi dengan tangga darurat," kata Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), Djoko Dwijono, melalui keterangan tertulis yang diterima Jumat (6/12/2019).

Dia mengatakan, apabila ada insiden besar, pengguna jalan bisa menggunakan U-turn tersebut dengan arahan dan pengaturan dari petugas di lapangan.

"Ke depannya, kami juga berencana membangun 4 emergency parking bay, 2 buah di masing-masing arah (arah Jakarta dan arah Karawang Barat)," imbuhnya.

Lebih lanjut Djoko menyebutkan, selain menyiapkan kelengkapan jalan berkeselamatan seperti perambuan dan marka jalan serta armada pelayanan lalu lintas seperti ambulans, kendaraan patroli, rescue, dan Patroli Jalan Raya (PJR), PT JJC juga telah bekerjasama dengan dua rumah sakit terdekat.

Di luar itu, PT JJC juga menyiapkan titk-titik darurat untuk mengantisipasi berbagai skenario kejadian yang mungkin terjadi di atas jembatan terpanjang di Indonesia tersebut.

‎Selain itu, Djoko juga memastikan antara Tol Jakarta-Cikampek eksisting dan Tol Layang Jakarta-Cikampek II, terkonsolidasi dengan baik agar pelayanan terhadap pengguna jalan tol di kedua ruas tersebut bisa optimal.

‎Diketahui, PT JJC merupakan kelompok usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku pengelola Tol Layang Jakarta-Cikampek II.

Sejak dua hari belakangan ini, yakni 3-4 Desember 2019 telah menjalani proses uji laik fungsi (ULF) oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Unit Pelayanan Perizinan Jalan Bebas Hambatan/UPP JBH dan BPJT. Lalu, bersama Korlantas Polri, dan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Djoko menyatakan ada tiga aspek yang diuji dalam proses ULF tersebut, yakni pertama manajemen dan keselamatan lalu lintas. Kedua, konstruksi dan ketiga operasional serta administrasi. "Kami masih menunggu hasil ULF tersebut," ujarnya.

Diaberharap hasil uji laik fungsi ini mendapatkan hasil yang baik, agar jalan tol ini dapat segera digunakan oleh masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru 2020.

Sebelumnya, tol layang sepanjang 36,4 kilometer telah menjalani uji beban yang baru saja selesai pekan lalu.

"Kami juga masih menunggu hasil pleno dari KKJTJ (Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan) terkait uji beban tersebut," pungkasnya. 



Sumber: Suara Pembaruan