Ivan Gunawan Diperiksa sebagai Saksi Salon Kecantikan Ilegal

Ivan Gunawan Diperiksa sebagai Saksi Salon Kecantikan Ilegal
Artis Ivan Gunawan menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Barat terkait kepemilikan narkoba sang asisten, Kamis (17/1).
Carlos Roy Fajarta / AMA Jumat, 6 Desember 2019 | 13:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Artis sekaligus juri kompetisi dangdut di salah satu televisi swasta, Ivan Gunawan, mendatangi Markas Polres Metro Jakarta Utara pada Jumat (6/12/2019) untuk dimintai keterangan sebagai saksi kasus salon kecantikan ilegal di Pantai Indah Kapuk (PIK).

"Hari ini kami mengundang saudara Ivan Gunawan untuk diminta keterangan sebagai saksi terkait salon kecantikan di PIK yang mana sudah ditetapkan dua orang tersangka," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Wirdhanto Hadicaksono, Jumat (6/12) siang di Mapolres Jakarta Utara.

Ia menyebutkan, Ivan Gunawan diperiksa karena pernah menjadi pelanggan (customer) dari salon kecantikan ilegal tersebut sejak 2016 lalu.

"Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap lima saksi customer. Kita melihat proses marketing dari salon kecantikan ini. Kita tanyakan apakah saat melakukan tindakan apakah ada keluhan. Ada yang menyebut agak bengkak sedikit, namun bervariasi," tambah Wirdhanto.

Ketika ditanya awak media, Ivan Gunawan mengaku dirinya sempat dicecar sejumlah pertanyaan mengenai pengalaman dia menggunakan jasa di salon kecantikan ilegal di Pantai Indah Kapuk tersebut.

"Beberapa tahun lalu pernah menggunakan jasa untuk sulam kelopak mata saya. Pelayanan di sana ya cukup profesional, tetapi saat itu karena hanya mendapatkan rekomendasi dari orang yang saya percaya saat itu tidak saya cek izin dan izasah dari klinik kecantikan tersebut," ujar Ivan yang mengaku merogoh kocek Rp 9 juta untuk menggunakan jasa salon kecantikan tersebut.

Ia melanjutkan, "Belum ada keluhan, mata saya masih baik saja. Tidak perlu datang untuk retouch. Dari 2016 sampai sekarang mata saya baik-baik saja. Ke depannya dalam memilih salon atau klinik kecantikan agar lebih berhati-hati, harus legal, dan dilaksanakan oleh dokter yang memiliki izin."

"Sebagai publik figur, saya memberikan pesan kepada masyarakat agar lebih awas dalam mendatangi klinik kecantikan, dilihat izinnya, jam terbang (pengalamannya), harus dilihat detail. Agar masyarakat yang peduli kecantikan, dalam mengambil satu tindakan agar lebih berhati-hati lagi. Hindari klinik-klinik tidak jelas," imbuhnya.

Pada 15 November 2019, pihak Polres Metro Jakarta Utara mengungkap kasus salon kecantikan ilegal 'Nana Eyebrow & Beauty' di Jalan Marina Raya Rukan Exclusive Blok A Nomor 17 Pantai Indah Kapuk dan mengamankan dua orang kakak beradik WNA Tiongkok berinisial DN dan DS.

"Salon kecantikan itu melakukan tindakan medis, tetapi tidak dilengkapi sertifikasi kesehatan medis dari kementerian kesehatan. Barang bukti yang kita amankan ada peralatan bedah, obat-obatan kosmetik dari berbagai merk yang tidak memiliki ijin edar, alkohol, serta alat kesehatan tanpa ijin edar. Kita jerat dengan pasal 83, pasal 197, pasal 196, pasal 198 UU Kesehatan," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto saat itu.



Sumber: Suara Pembaruan