Depok Antisipasi Tawon Endas

Depok Antisipasi Tawon Endas
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok sedang melakukan pemusnahan tawon jenis vespa di rumah warga di Depok, Jawa Barat ( Foto: Ist )
Bhakti Hariani / FMB Jumat, 6 Desember 2019 | 14:52 WIB

Depok, Beritasatu.com - Serangan tawon Vespa affinis atau tawon endas (lesser banded hornet) yang marak di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta juga diwaspadai di Kota Depok, Jawa Barat.

Dalam dua bulan terakhir, hampir setiap harinya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok mendapatkan laporan permohonan pemusnahan sarang tawon di seluruh wilayah kecamatan di Kota Depok. Keberadaan sarang tawon jenis vespa ini meresahkan warga, apalagi sengatannya bisa menyebabkan kematian seperti dialami pasangan suami istri di Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok Welman Naipospos menuturkan, selama dua bulan terakhir, pihaknya hampir setiap hari menerima laporan dari warga yang meminta sarang tawon yang berada di atas atap rumah atau pepohonan di sekitar rumah mereka untuk dimusnahkan. Lokasi warga tersebar di 11 kecamatan se-Kota Depok.

"Sejak November kami sudah rutin mendatangi rumah warga yang meminta untuk memusnahkan sarang tawon yang ada di pohon atau atap rumah mereka. Kebanyakan memang tawon jenis vespa ini hidup di wilayah yang masih banyak pepohonan besar dan tinggi. Seperti di Kecamatan Sawangan dan Kecamatan Tapos," ujar Welman kepada SP di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok di Boulevard Grand Depok City, Jumat (6/12/2019).

Namun demikian, juga ada laporan yang masuk dari wilayah Kecamatan Sukmajaya dan Kecamatan Limo, di mana Kecamatan Sukmajaya termasuk wilayah yang sudah padat penduduk dan jarang terdapat pepohonan besar. "Ada juga di Sukmajaya dan Limo. Kadang tidak hanya di pohon tapi juga ada di atap rumah mereka," kata Welman.

Beberapa laporan yang masuk, salah satunya yang terbaru adalah pemusnahan sarang tawon yang dilakukan Tim Penyelamatan Damkar Depok pada Kamis (5/12/2019) malam. Pemusnahan sarang tawon dilakukan di kediaman Bapak Hardiman di Perumahan Wisma Cakra Blok G1 RT 03/ RW 11 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo.

"Kami evakuasi sarang tawon itu. Ada teknik khususnya dan tak bisa sembarangan. Kami lakukan dengan cara dibakar sarang tawonnya. Petugas kami juga dilengkapi pakaian khusus untuk mencegah agar tak tersengat tawon," papar Welman.

Selanjutnya masih pada hari dan tanggal yang sama, Tim Penyelamatan juga memusnahkan sarang tawon di Jalan Nangka, Gang Damai RT 002/ RW 004 di Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos. Pemusnahan sarang tawon dilakukan atas permintaan Bapak Rohim.

Pada 3 Desember 2019, pemusnahan sarang tawon dilakukan di kediaman Bapak Beni di Jalan Raya Muchtar Nomor 74 RT 01/ RW 05 Kelurahan Bojongsari Lama, Kecamatan Bojongsari.

Sedangkan pada tanggal 30 November 2019 pemusnahan sarang tawon dilakukan di rumah Bapak Alex yang berada di Jalan Jakarta RT 04/ RW 10 Kelurahan Cinere, Kecamatan Cinere. Tak hanya itu, kediaman Bapak Mujiono di Perumahan Tirta Melati di Jalan Tirta Melati I Nomor 25 RT 006/ RW 003, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya juga dilakukan pemusnahan sarang tawon.

Selanjutnya pada tanggal 28 November 2019, pemusnahan sarang tawon dilakukan di rumah Bapak Wahyudi di Jalan Cemara RT 01/ RW 14 Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya.

"Kami bertugas 24 jam. Jika ada warga yang melaporkan, kami siap bergerak langsung ke rumah warga. Kami juga meminta warga untuk tidak menggangu sarang tawon jika tawonnya juga tidak menggangu. Karena tawon jenis ini kalau dia tidak diganggu maka dia tidak akan menyerang atau menyengat manusia," papar Welman.

Dia mengimbau warga untuk tidak sembarangan melakukan evakuasi pemusnahan sarang tawon. Karena tawon jenis vespa memiliki efek mematikan dari sengatannya. "Pemusnahan harus dilakukan oleh orang yang memang sudah ahlinya. Jangan sembarangan. Kalau tim kami kan dari sisi pakaian juga sudah terlindungi sehingga aman," tutur Welman.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok Diah Sadiah mengungkapkan bahwa pihaknya belum menerima keluhan dari para petani terkait serangan tawon jenis vespa. DKP3 bertugas untuk mendampingi serta melindungi para petani dan peternak jika terdapat gangguan dari tawon jenis vespa ini.

"Kami mendampingi para petani. Sejauh ini belum ada laporan dari para petani terkait tawon jenis vespa. Jika pun ada untuk pembasmiannya kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan," ujar Diah di Balai Kota Depok, Jumat (6/12/2019).

Dia berharap semoga tawon jenis vespa tidak menyerang tumbuhan, hewan ternak atau diri sendiri para petani dan peternak. Diungkap Diah, tawon vespa bisa muncul dari lingkungan yang kebersihannya tidak terjaga dengan baik.

"Iya, kalau lingkungannya tidak bersih maka tawon jenis vespa dapat dengan mudah tumbuh dan berkembang biak. Kami sudah lakukan sosialisasi kepada para petani dan peternak juga untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan," tutur Diah. 



Sumber: Suara Pembaruan