Bentuk Perusahaan Gabungan Integrasi Transportasi Publik, PT MRT Miliki Saham 51%

Bentuk Perusahaan Gabungan Integrasi Transportasi Publik, PT MRT Miliki Saham 51%
Suasana di pintu menuju Stasiun MRT di Bundaran HI, Jakarta Pusat. (Foto: Antara Foto / Asep Firmansyah)
Lenny Tristia Tambun / JAS Senin, 9 Desember 2019 | 10:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sepakat membentuk perusahaan gabungan atau joint venture untuk mengurusi integrasi transportasi publik di kawasan Jabodetabek.

Meski nama perusahaan baru tersebut belum dapat ditetapkan, namun PT MRT Jakarta akan menjadi leading sector. Karena nantinya, PT MRT Jakarta akan memiliki saham sebesar 51 persen, sedangkan saham PT KAI sebeser 49 persen.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membenarkan hal tersebut. Dengan ditandatanganinya Head of Agreement (HoA) antara PT KAI dan PT MRT Jakarta di Balai Kota hari ini, maka rencana integrasi transportasi publik di Kota Jakarta memasuki babak baru.

“Hari ini ditandatanganinya HoA. PT MRT Jakarta dan PT KAI akan membentuk perusahaan joint venture. Yang ownership (kepemilikannya) 51 persen di MRT dan 49 persen di KAI. Yang nantinya akan mengatur stasiun-stasiun di kawasan Jakarta,” kata Anies Baswedan seusai acara penandatanganan di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Selain itu, dengan adanya penandatanganan HoA tersebut, angkutan kereta api dengan angkutan darat di Jakarta akan terintegrasi dengan baik. Dengan begitu, jutaan penduduk Jakarta dapat berpindah dari satu moda ke moda lain secara lebih leluasa dan mudah.

“Integrasi ini akan dilakukan dalam aspek manajemen, aspek rute dan tiket. Juga akan ada integrasi pengelolaan kereta commuter line dan pengaturan KA Bandara. Dengan integrasi ini, maka yang sekarang menggunakan kereta api sekitar 1,2 juta orang dan angkutan darat 980.000 orang per hari, nantinya akan bisa menikmati integrasi transportasi publik dalam satu kesatuan,” jelas Anies Baswedan.

Rencana pembentukan perusahaan gabungan integrasi publik ini diharapkannya dapat terealisasi dengan cepat. Secepat pembentukan HoA yang dilakukan dalam waktu kurang dua bulan.

“Dalam waktu kurang dari dua bulan, kita sudah tuntas sampai HoA. Terima kasih untuk PT KAI yang sangat membantu dalam proses ini. Begitu juga dengan pihak-pihak lainnya, termasuk PT MRT Jakarta,” ujar Anies Baswedan.



Sumber: BeritaSatu.com