Ayah Tega Bekap Anak Kandungnya di Cilincing

Ayah Tega Bekap Anak Kandungnya di Cilincing
Polisi menciduk seorang pria yang tega melakukan pembekapan terhadap dua anak kandungnya yang masih balita di Markas Polres Metro Jakarta Utara, Senin (9/12/2019) siang. (Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus)
Carlos Roy Fajarta / JAS Senin, 9 Desember 2019 | 14:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polres Metro Jakarta Utara menciduk TS (40) warga Semper Timur Cilincing yang melakukan penyekapan terhadap dua anak kandungnya berinisial PA (4) dan BI (3) pada Minggu (8/12/2019) dini hari kemarin.

"Kami mendapatkan informasi dari satpam setempat mendapatkan teriakan anak sekitar pukul 2 dini hari. Saat kami datangi ada seorang bapak membawa senjata tajam sembari membekap anaknya yang berteriak," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, Senin (9/12/2019).

Ia menyebutkan pelaku ketika diamankan mengaku akan membersihkan roh jahat dari anak-anaknya dengan semacam ritual. Ketika dimintai keterangan, pelaku mengaku hendak mengusir roh jahat yang membisikkan akan mencelakakan kakaknya.

"Untuk itu kedua anak perempuan tersangka akan kita titipkan penanganannya ke Tim Penanganan Perlindungan Perempuan dan Anak (TP2PA) DKI Jakarta sembari menunggu ibunya kembali dari luar negeri," tambah Budhi didampingi Kasat Reskrim, Kompol Wirdhanto Hadicaksono.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cilincing, AKP Suharto menyebutkan korban diduga mengalami depresi akibat kondisi ekonominya yang tidak kunjung membaik.

"Mereka dulunya memiliki usaha showroom, kemudian jatuh ekonominya beralih berjualan buah, gado-gado namun ekonomi tidak kunjung membaik sehingga istrinya dua bulan terakhir pergi ke Hong Kong untuk bekerja," ujar Suharto.

Saat diamankan, pelaku yang membawa pisau sempat mengancam akan membunuh dirinya dengan menodongkan pisau tersebut ke arah tubuhnya. Namun akhirnya berhasil ditenangkan.

Dikatakannya meski tidak ditemukan bukti-bukti penganiayaan fisik terhadap kedua anaknya tersangka diketahui sering bersikap aneh setelah ditinggal istrinya ke luar negeri.

"Tetangga tersangka menyebutkan selama dua bulan belakangan bapak ini berlaku aneh, ngomong-nya agak ngaco dan ngelantur," tuturnya.

Pelaku dijerat dengan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun. 



Sumber: Suara Pembaruan