Warga Bogor Temukan Puluhan Ular Kobra Liar

Warga Bogor Temukan Puluhan Ular Kobra Liar
Satu anak ular Kobra Jawa yang diamankan warga di Perumahan Royal Citayam Residence, Kabupaten Bogor, Senin, 9 Desember 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale )
Vento Saudale / CAH Senin, 9 Desember 2019 | 16:53 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Selama sepekan warga warga Blok C dan Blok D di Perumahan Royal Citayam Residence, Kabupaten Bogor, menemukan 31 anak ular kobra satu pekan. Warga pun merasa trauma dengan hadirnya ular-ular di sekitar perumahan.

Komunitas Animal Education and Sosilacition (Action) Bogor, Rizky menuturkan, anak ular kobra yang ditangkap berjumlah puluhan ini berjenis ular Kobra Jawa.

"Itu Kobra Jawa. Anak kobra yang ditemukan atau ditangkap dari satu induk ular. Karena satu indukkan, bisa bertelur 15 sampai 30 telur," kata Rizky, di lokasi, Senin (9/12/2019).

Menurutnya, anak ular Kobra Jawa cenderung berbahaya dibandingkan dengan ular dewasa karena sejak menetas sudah punya racun.

"Karekternya berbahaya yang kecil dari pada yang besar. Karena yang besar lebih cenderung memilih mengigit. Ketika terganggu langsung mengigit dan bisa meninggal dunia," jelas dia.

Lebih lanjut, ia berpesan agar warga membersihkan rumah jangan sampai kotor dan bau. Karena ular tidak suka ruangan yang bersih dan wangi. 

Seorang ibu rumah tangga warga Perumahan Royal Citayam Residence, Aas mengaku trauma dengan penemuan hewan melata tersebut yang ke rumahnya.

"Saya trauma, mas. Jadi nggak berani buka pintu sama jendela kalau lagi sendiri. Tapi kalau banyak orang saya berani, takut datang lagi karena sudah dua kali anak ular kobra masuk ke dalam rumah saya," kata Aas.

Anak ular yang diamankan sepanjang 20 sentimeter, berwarna hitam kelam dan sangat agresif.

Ia menambahkan warga di perumahan khususnya Blok C dan Blok D selama sepekan semuanya pernah dihampiri anak ular kobra. Hal itu membuat warga khususnya ibu rumah tangga trauma terhadap ular.

"Takut dan trauma mas. Karena induknya belum ketangkap. Saya berdoa dan berharap induknya ketangkap, dan selama ini nggak ada yang dipatuk ular," kata dia.

Kata dia, dahulu sebelum dijadikan perumahan, lahan tersebut merupakan kebun singkong dan kebun bambu. Aas sendiri kurang mengetahui asal muasal anakan ular itu berasal. Namun, ia meminta kepada pihak terkait pengembang atau pemda bisa membantu menangkap ular-ular tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com