Kejari Kabupaten Bekasi Tangkap Mantan Kades Diduga Korupsi

Kejari Kabupaten Bekasi Tangkap Mantan Kades Diduga Korupsi
Mantan Kades Ka‚Äérangasih, Asep Maula (topi putih), digelandang penyidik Kejari Kabupaten Bekasi ke Lapas Kelas III Cikarang, Senin, 9 Desember 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Mikael Niman )
Mikael Niman / CAH Senin, 9 Desember 2019 | 20:42 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Memperingati Hari Antikorupsi Dunia, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi menangkap mantan Kepala Desa (Kades) Karangasih, Asep Maulana, Senin (9/12/2019). Asep Maulana ditetapkan sebagai tersangka korupsi yang merugikan negara sekitar Rp 1 miliar dari Anggaran Pendapan dan Belanja Desa (APBDes) setempat.

"Total APBDes Karangasih pada 2016 sekitar Rp 3 miliar. Sumbernya dari Provinsi Jawa Barat, ADD dan juga dari Kabupaten Bekasi. Dari hasil penghitungan BPKP ada penyimpangan sekitar Rp 1 miliar," kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Bekasi, Angga Dhielayaksa di kantornya.

‎Asep Maulana yang sudah dua kali menjabat sebagai Kades di Kecamatan Cikarang Utara, diduga menyalahgunakan pengelolaan APBDes Karangasih 2016.

Kejari Kabupaten Bekasi tak menampik jika akan ada tersangka lain pada kasus ini. Hanya saja, Asep Maulana memiliki peran yang dominan terhadap kerugian negara tersebut.

"Siapa saja yang juga ikut terlibat, nanti akan terungkap di fakta persidangan. Saat penyalahgunaan APBDes, tersangka masih menjabat sebagai Kepala Desa," imbuhnya.

Pihaknya telah memiliki beberapa bukti keterlibatan Asep Maulana dari kasus ini, antara lain kuitansi dan stempel yang diduga fiktif. "Barang bukti tersebut ditemukan saat penggeledahan," ujarnya.

Sehingga, kata dia, minimal dua alat bukti sudah terpenuhi. "Nanti akan kita buka di persidangan," sambungnya.

Penyidik Kejari Kabupaten Bekasi telah melakukan penyelidikan kasus dugaan penyalahgunaan APBDes Karangasih ini sejak 2018 lalu. Lamanya proses pengungkapan kasus ini karena saat itu Kabupaten Bekasi akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak.

"Periode 2018 mau ke 2019 diselenggarakan Pilkades serentak. Lalu disambung Pilpres. Kita tidak mau penegak hukum di sini dijadikan suatu alat politik," katanya.

Kini, tersangka Asep Maulana ditahan di Lapas Kelas III Cikarang untuk 20 hari ke depan. Ia dijerat Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi dengan ancaman pidana 20 tahun penjara. 



Sumber: Suara Pembaruan