DPRD Pangkas Dana PSO

Anies Pastikan Tarif MRT, LRT dan Transjakarta Tidak Naik

Anies Pastikan Tarif MRT, LRT dan Transjakarta Tidak Naik
Sejumlah warga mengikuti uji coba publik pengoperasian MRT (Mass Rapid Transit) fase I koridor Lebak Bulus - Bundaran HI di Jakarta, Selasa 12 Maret 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao. / SP/Joanito De Saojoao. )
Lenny Tristia Tambun / FER Selasa, 10 Desember 2019 | 15:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, memastikan tarif tiga transportasi publik yang dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tidak akan naik. Meski dana kewajiban pelayanan publik atau public service obligation (PSO) Transjakarta, LRT dan MRT Jakarta dikurangi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI 2020.

Imbas Proyek LRT, Halte Transjakarta Dukuh Atas 2 Pindah

"Tidak (akan terpengaruh). Insyaallah akan berjalan semuanya seperti biasa. Jadi operasional juga tidak akan terganggu,” kata Anies Baswedan di Terowongan Kendal, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).

Menurut Anies, pengurangan PSO tidak akan mempengaruhi besaran tarif yang sudah diterapkan selama ini. Karena besaran PSO yang diajukan dalam RAPBD DKI sudah melalui perhitungan yang tepat. "Ini semua sudah ada di dalam perhitungan kami,” ujar Anies Baswedan.

Karena itu, Anies Baswedan mengharapkan dengan adanya pengurangan PSO tersebut, operator Transjakarta, LRT dan MRT Jakarta dapat mencari pendapatan dari penjualan non tiket atau non farebox revenue.

Tanpa Subsidi, Operasional MRT Masih Berat

"Nanti harapannya, pengelola (transportasi publik) bisa bekerja untuk meningkatkan sumber-sumber pendapatan non farebox,” terang Anies Baswedan.

Seperti diketahui, DPRD DKI memangkas anggaran PSO ketiga transportasi publik ini dikarenakan adanya defisit anggaran mencapai Rp 10 triliun.

Awalnya anggaran belanja subsidi diusulkan sebesar Rp 6,74 triliun dengan rincian PSO untuk Transjakarta sebesar Rp 4,19 triliun, PSO MRT Jakarta Rp 938,5 miliar dan LRT Jakarta sebesar Rp 665,07 miliar. Sisanya belanja subsidi untuk kebutuhan pangan dan septic tank sebesar Rp 946,43 miliar.

Kemudian karena terjadi defisit anggaran hingga Rp 10 triliun, maka anggaran belanja subsidi dikurangi sebesar Rp 1,1 triliun, sehingga menjadi Rp 5,57 triliun.

Akibat pengurangan ini, maka tiga PSO transportasi publik ini dipangkas besarannya menjadi PSO Transjakarta Rp 3,29 triliun, PSO MRT Jakarta Rp 825 miliar dan PSO LRT Jakarta Rp 439,6 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com