GP Ansor Depok Laporkan Kasus Persekusi Anggotanya

GP Ansor Depok Laporkan Kasus Persekusi Anggotanya
lambang Ansor ( Foto: istimewa )
Bhakti Hariani / BW Rabu, 11 Desember 2019 | 14:18 WIB

Depok, Beritasatu.com - Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Depok resmi melaporkan kasus persekusi yang dialami anggota mereka, yakni Eko dan Wildan. Keduanya aktif bertugas di wilayah Kecamatan Cilodong.

Eko dan Wildan mengalami persekusi oleh orang tak dikenal di wilayah Jakarta Selatan saat tengah bertugas melakukan pengawalan. Seorang pria menghina Eko dan Wildan serta menantang Eko dan Wildan berucap takbir. Video persekusi kasus ini marak beredar dan menjadi viral di dunia maya dan media sosial sejak Selasa (10/12/2019).

Ketua GP Ansor Kota Depok Abdul Qodir mengatakan, pihaknya telah melaporkan kasus persekusi yang dialami dua anggotanya kepada Polres Metro Jakarta Selatan. Saat ini, Eko dan Wildan sedang dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

"Ini orangnya dari ormas mana, kami belum jelas juga. Polisi tengah menyelidikinya," kata Abdul Qodir, Rabu (11/12/2019).

Lebih lanjut dikatakan Abdul Qodir, pelaporan atas kasus persekusi ini didampingi oleh tim Lembaga Bantuan Hukum dari GP Ansor pusat. Abdul Qodir mengatakan, kondisi Eko dan Wildan dalam keadaan baik. Namun, demi meredam gejolak atas peristiwa ini, yang sudah bereskalasi hingga di level nasional, maka kasus ini tak bisa didiamkan dan dibiarkan begitu saja.

"Gejolaknya sudah meluas. Maka kami harus melaporkan hal ini. Pelaporan juga demi meredam gejolak yang ada," tutur Abdul Qodir.

Dalam video tersebut, Eko dan Wildan dipaksa mengucapkan takbir oleh seorang pria tak dikenal. Pria tersebut juga melontarkan perkataan yang menghina Eko dan Wildan dengan sebutan binatang.

"Takbir woy, elo ikutin gue? Gak mau Lo? Kafir dong Lo? Orang Islam itu harus takbir!" kata pria tersebut.

Eko kemudian membalas santai. "Orang Islam itu cukup bersyahadat," ujar Eko.

Pria itu tak terima dengan jawaban Eko dan terus-menerus mempersekusi Eko dan Wildan serta melontarkan perkataan yang kasar dan tidak pantas diucapkan.



Sumber: Suara Pembaruan