Okupansi Hunian DP Nol Rupiah Masih Rendah

Okupansi Hunian DP Nol Rupiah Masih Rendah
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Hunian Samawa DP Nol Rupiah Nuansa Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (12/12/2019) (Foto: Beritasatu.com / Lenny Tristia Tambun)
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 12 Desember 2019 | 15:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tingkat hunian atau okupansi dari hunian tanpa uang muka atau down payment (DP) Nol Rupiah yang bernama Nuansa Pondok Kepala di Jakarta Timur, hingga saat ini baru dihuni sebanyak 85 unit atau sekitar 10,89 persen, dari total hunian sebanyak 780 unit.

Syarat dan Aturan Hunian DP Nol Rupiah Akan Direvisi

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah DP Nol Rupiah, Dzikran Kurniawan, membenarkan data tersebut. Namun, dalam waktu dekat ini, jumlah penghuni Nuansa Pondok Kelapa diperkirakan bakal bertambah sebanyak 350 hunian.

"Yang daftarkan kan ribuan orang. Dari ribuan aplikasi permohonan yang masuk, yang sudah dihuni warga sebanyak 85 unit. Nanti dalam waktu dekat ini akan bertambah lebih banyak lagi," kata Dzikran Kurniawan dalam acara groundbreaking Hunian DP Nol Rupiah Nuansa Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (12/12/2019).

Dzikran menjelaskan, saat ini pemohon yang sudah melakukan akad kredit sebanyak 125 orang. Mereka sebenarnya sudah bisa pindah ke hunian DP Nol Rupiah. Namun, saat ini memang mereka terkendala masalah personal sehingga belum bisa menghuni hunian tersebut.

Anies Groundbreaking Rumah DP Nol Rupiah Kedua

"Kenapa sih enggak pindah? Alasannya personal. Enggak punya uang pindah, ada juga masalah sekolah. Kan sistem zonasi begitu. Jadi masalah zonasi sekolah anaknya sudah di domisili lama. Kalau pindah jadi berbeda. Kita sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan,” ungkap Dzikran Kurniawan.

Adapun yang sudah disetujui kredit kepemilikan rumah (KPR) oleh Bank DKI sebanyak 225 pemohon. Saat ini, mereka tengah menunggu jadwal akad kredit. "Mempertemukan jadwal pemohon yang suami istri dengan notaris dan pihak bank itu kadang susah mengatur jadwalnya," terangnya.

Menurut Dzikran, bila semua itu berjalan lancar, penghuni hunian Nuasa Pondok Kelapa akan bertambah sebanyak 350 unit. Dengan begitu, total hunian yang akan dihuni menjadi 435 unit atau sekitar 55,76 persen.

Diakuinya, banyak pemohon yang gagal mendapatkan KPR dikarenakan terganjal masalah cicilan pinjaman di bank, seperti cicilan kendaraan bermotor ataupun pinjaman di financial technology (fintech).

Untuk warga yang ditolak pengajuannya, bukan berarti tidak bisa mengajukan kembali. Hal itu bisa dilakukan dengan syarat, cicilan pinjaman mereka sudah lunas.

"Untuk warga yang KPR ditolak bukan berarti enggak bisa diajukan lagi. Bisa kok. Nanti tinggal dilihat saja situasinya. Kan belum bisa disetujui kreditnya karena ada kendala cicilan lain. Setelah selesai, bisa mengajukan lagi. Enggak ada istilahnya ditolak," jelas Dzikran Kurniawan.



Sumber: BeritaSatu.com