Kelurahan Kalibaru Jadi Proyek Percontohan Pengentasan Kemiskinan

Kelurahan Kalibaru Jadi Proyek Percontohan Pengentasan Kemiskinan
Kampung kumuh, miskin, dan padat di Jakarta. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 12 Desember 2019 | 15:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI memilih Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara menjadi pilot project atau proyek percontohan pengentasan kemiskinan. Bila program ini berhasil, maka bisa diadaptasikan ke kelurahan yang ada diseluruh wilayah DKI Jakarta.

Kesulitan Ekonomi dan Lemahnya Daya Beli Masyarakat

Proyek percontohan ini dilakukan dengan kolaborasi antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dari unsur pemerintah, Universitas Indonesia (UI) dari unsur akademisi, PT Astra International Tbk dari unsur dunia usaha, Yayasan Hidung Merah dari unsur LSM/NGO, Baznas Bazis DKI dari unsur filantropi dan PKK Kelurahan Kalibaru dari unsur masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan pemilihan Kelurahan Kalibaru sebagai proyek percontohan dikarenakan kawasan tersebut merupakan salah satu tempat yang memiliki masalah paling kompleks.

"Kemudian untuk menyiapkan program tersebut, akan dikerjakan secara kolaborasi dari pemerintah, dari unsur dunia usaha, dari akademisi, dari NGO, dan dari unsur komunitas masyarakat setempat, bersama-sama menyiapkan programnya, merencanakan, dan eksekusi,” kata Anies Baswedan saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Penanggulangan Kemiskinan di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (12/12/2019).

Anies Sebut Kinerja TGUPP Efektif

Dari pengalaman itu, lanjutnya, diharapkan program tersebut bisa dimanfaatkan untuk tempat-tempat yang lainnya. Apalagi saat ini, Pemprov DKI sudah memiliki pogram CAP (Community Action Plan).

"Jadi, kita ingin kampung-kampung yang sekarang masyarakatnya berstatus sosial-ekonomi rendah itu ditingkatkan kesejahteraannya, sehingga nanti kampungnya pun menjadi kampung yang baik dan sehat,” ujar Anies Baswedan.

Anies menekankan, kemiskinan bukan masalah baru di Indonesia, karena sudah ada sejak masa kemerdekaan. Namun, permasalahannya mulai bergeser, dari awalnya bertujuan untuk memajukan kesejahteraan umum, menjadi mengentaskan kemiskinan. Kondisi tersebut dilatarbelakangi sebagian masyarakat Indonesia sudah sejahtera dan sudah saatnya bersama-sama berkolaborasi mengentaskan masyarakat yang secara sosial-ekonomi belum sejahtera.

"Sekarang kita berhadapan masalah kemiskinan bersamaan dengan ketimpangan. Kalau hanya kemiskinan saja, maka tidak ada komplikasi psikologis, sosiologis, sebesar ketimpangan bersama dengan kemiskinan,” terang Anies Baswedan.

Karena itu, menurut Anies Baswedan, membereskan kemiskinan di Jakarta menjadi sebuah tantangan unik. Ditambah dengan migrasi yang berjalan secara terus menerus, membuat Jakarta memiliki satu persoalan yang kompleksitasnya lebih tinggi dibandingkan masalah kemiskinan-kemiskinan di daerah lain di Indonesia.

Anies menggambarkan kehidupan dari masyarakat miskin Jakarta yang ekstrem dengan kondisi kesehatan masyarakat, sirkulasi udara perumahan, intensitas cahaya perkampungan, hingga kondisi psikologis berada dalam kesendirian.

"Hari ini, kita mulai hari ini. Kami berharap sekali tempat ini harus menjadi contoh sukses terkait program pengentasan kemiskinan. Pendekatannya menarik, pendekatannya adalah melibatkan semuanya. Semangatnya, semangat kolaborasi untuk mewujudkan kegiatan kali ini. Saya berharap Rakerdanya jangan sampai sekadar hadir, tapi partisipasinya. Berikan ide gagasan yang konkret untuk dilaksanakan di Kalibaru," tandas Anies Baswedan.



Sumber: BeritaSatu.com