Teror Ular Kobra Masuk ke Kota Bogor

Teror Ular Kobra Masuk ke Kota Bogor
Tim BPBD Kota Bogor melakukan penyisiran ular kobra di Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (14/12/2019). (Foto: istimewa)
Vento Saudale / BW Sabtu, 14 Desember 2019 | 23:20 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Dua anakan ular kobra ditemukan warga yang melakukan kerja bakti di RT 03 RW 01, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (14/12/2019).

Menurut salah satu warga, Aris Basuki, saat pertama ditemukan, ular tersebut diperkirakan berjumlah lebih dari 10 ekor. Mereka bersembunyi di tumpukan puing di dekat permukiman.

"Lagi bersih-bersih ada yang menemukan ular di celah puing genteng di kebun, ada sekitar 10 ekor. Warga yang menemukan takut. Warga yang menemukan teriak-teriak dan lari. Ularnya pun lari entah ke mana," kata Aris.

Warga kemudian mencari ular-ular tersebut agar tidak masuk ke dalam rumah. Namun, mereka hanya mendapat dua ekor anakan ular kobra.

"Sudah dicari, baru dapat dua (anak ular kobra). Ularnya memang persis sama kayak yang ditemukan di daerah Bojonggede, Kabupaten Bogor,” paparnya.

Khawatir sisa ular yang belum ditemukan masuk ke dalam rumah, warga pun melaporkan temuan tersebut ke Tim Rescue Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor.

"Baru lagi ini (temuan ular). Dulu pernah, tetapi sudah beberapa tahun lalu. Kalau ada anaknya, pasti ada indukannya di sekitar sini. Semoga cepat ditangkap," tutupnya.

Sebelumnya, selama sepekan, warga Blok C dan Blok D di Perumahan Royal Citayam Residence, Kabupaten Bogor, menemukan 31 anak ular kobra.

Komunitas Animal Education and Sosilacition (Action) Bogor, Rizky menuturkan, anak ular kobra yang ditangkap berjumlah puluhan ini berjenis ular kobra jawa.

Menurutnya, anak ular kobra jawa cenderung berbahaya dibandingkan dengan ular dewasa. Anak ular kobra ini sejak menetas sudah punya racun.

Lebih lanjut ia berpesan, warga harus membersihkan rumah. “Jangan sampai kotor dan bau, karena ular tidak suka ruangan yang bersih dan wangi,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan