Rencana Jalur Puncak II Masih "Digodok"

Rencana Jalur Puncak II Masih
Sejumlah kendaraan memadati jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/12/2019). Memasuki libur Natal dan Tahun Baru 2020 wisatawan mulai memadati jalur Puncak Bogor. Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem buka tutup serta contraflow di Tol Jagorawi untuk mengurai kemacetan. ( Foto: ANTARA FOTO / Yulius Satria Wijaya )
Vento Saudale / FMB Senin, 30 Desember 2019 | 15:34 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Menteri Perhubungan Budi Karya menuturkan, pemerintah pusat masih menggodok melibatkan Kempupera, Bappenas dan Kementerian ATR/BPN untuk membahas rencana kelanjutan pembangunan Puncak Poros Timur atau Puncak II

Pernyataan itu disampaikannya usai meninjau kemacetan di kawasan puncak, di Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Senin (30/12/2019).

Kata dia, masalah Puncak tidak bisa diatasi oleh satu sektor kementerian saja, melainkan harus terintegrasi dengan sektor pemerintahan lain.

Apalagi diatasi oleh satu kementerian saja dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Ia merasa tidak memiliki wewenang dalam menetapkan satu fungsi dalam sebuah perencanaan tertentu.

"Oleh karenanya kami akan lakukan pembahasan lebih detail, mungkin melibatkan Bappenas, Kementerian PU, ATR/BPN," kata Budi Karya.

Rapat antarsektor pemerintahan ini kata dia, lebih memberatkan bagaimana mempertahankan daerah Puncak agar tidak berkembang secara berlebihan tapi aksesibilitas dan transportasi berjalan baik.

Tentunya dalam rapat pembahasan tersebut akan didiskusikan bersama apakah melanjutkan pekerjaan yang sudah ada atau sekedar melakukan pelebaran jalan.

"Itu yang saya katakan tadi saya akan melaporkan kepada Bappenas dan menteri PU, kita akan bahas. Jadi saya enggak berwenang untuk menetapkan satu fungsi dalam perencanaan tertentu," jelasnya.



Sumber: BeritaSatu.com