Warga DKI Pengguna Transjakarta Hanya 20%

Warga DKI Pengguna Transjakarta Hanya 20%
Sejumlah penumpang Transjakarta nampak menunggu bus tujuan PGC berangkat dari halte Transjakarta Terminal Bus Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (12/6) siang ( Foto: Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta )
Erwin C Sihombing / FER Senin, 30 Desember 2019 | 20:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Transjakarta harus terus mengoptimalkan dan mengembangkan pelayanannya. Sebab, sejak dimulai pengoperasiannya pada 2004 hingga kini, jumlah pengguna Transjakarta di DKI hanya 20 persen. Artinya, masih banyak warga yang menggunakan kendaraan pribadi daripada menggunakan transportasi umum.

Transjakarta Siapkan Layanan Antar Jemput Gratis

"Saat ini warga Jakarta baru 20 persen yang menggunakan Transjakarta. Kami ingin di 2030 sebanyak 60 persen sudah meninggalkan kendaraan pribadinya," kata Dirut Transjakarta, Agung Wicaksono, di Jakarta, Senin (30/12/2019).

Agung menuturkan, Transjakarta terus melakukan inovasi dalam pelayanan publik. Setidaknya hal itu dapat dilihat dari adanya penaikan jumlah penumpang setiap tahunnya.

Apabila pada periode awal beroperasi Transjakarta hanya mampu mengangkut 300.000 penumpang per hari, kondisi sekarangnya malah bisa tiga kali lipatnya. Pada 16 Desember 2019, Transjakarta mengangkut 998.658 penumpang.

"Kita ingin kalau tadinya 1 juta itu tingkat tertinggi, kita mungkin targetkan 1 juta itu bisa rata-rata (per hari)," ujar Agung.

Sedangkan jumlah total penumpang yang dilayani Transjakarta selama 2019 dia memperkirakan mencapai 260 juta orang atau naik 40 persen dibanding tahun 2018 yakni 180 juta orang. Di 2019 pula Transjakarta mampu mensosialisasikan bus listrik.

Mikrotrans Jak 36 Lewati Hunian DP Nol Rupiah

"Terjadi kenaikan hampir 40 persen dibandingkan tahun lalu. Jumlah kumulatif itu 189 juta penumpang pada 2018 dan 144 juta penumpang pada 2017," ungkap Agung.

Tersedianya ribuan armada Transjakarta sekarang ini membuat pihaknya optimistis mampu perlahan-lahan mengalihkan masyarakat dari menggunakan kendaraan pribadi menjadi pengguna transportasi publik.

Tahun 2020 mendatang, Transjakarta bakal mengoptimalkan integrasi layanan dengan moda transportasi lainnya seperti Commuter Line (KRL), Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dan Light Rail Transit (LRT).

Layanan Transjakarta sejauh ini, lanjut Agung, telah menjangkau 80 persen wilayah di DKI Jakarta. Artinya 8 dari 10 warga sudah bisa mengakses Transjakarta. Tahun 2020 pihaknya menargetkan kenaikan menjadi 90 persen.

"Karena tahun ini TransJakarta datang bersama moda lain yaitu MRT Jakarta dan LRT Jakarta di awal Desember beroperasi secara komersil. Dan semua langkah yang kita lakukan adalah untuk membangun pondasi integrasi terwujud dengan lahirnya operasional MRT Jakarta," kata Agung.



Sumber: Suara Pembaruan