Gandeng Kempupera, DKI Siap Perbaiki Tanggul Rawan Jebol

Gandeng Kempupera, DKI Siap Perbaiki Tanggul Rawan Jebol
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (9/1/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Kamis, 9 Januari 2020 | 18:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menyatakan siap memperbaiki tanggul rawan jebol di wilayah DKI Jakarta bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera).

Temui Anies di Balai Kota, Dubes AS Klarifikasi Peringatan Cuaca

Karena itu, Pemprov DKI akan melakukan pengkajian ulang semua tanggul yang jebol dan rawan jebol wilayah DKI Jakarta bersama Kempupera. Strategi ini dilakukan dalam upaya antisipasi pencegahan bencana banjir di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pengkajian ulang tanggul yang rusak dan jebol tersebut sudah dibahas bersama Menpupera, Basuki Hadimuljono.

"Pasti. Jadi saya kemarin ngobrol agak panjang sama Pak Menteri di kantor beliau. Jadi saya ngobrol di kantornya, kemudian kita akan review sama-sama,” kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Ini Strategi Pemprov DKI Kendalikan Banjir

Upaya pengkajian ulang kondisi tanggul-tanggul di Jakarta baru akan dilakukan saat penanganan kedaruratan pascabanjir 1 Januari 2020 usai dilakukan Pemprov DKI dan pemerintah pusat.

Penanganan kedaruratan tersebut, jelas Anies Baswedan, seperti ada beberapa daerah yang jembatannya putus. Karena itu perbaikan tanggul ini akan menjadi agenda penting, setelah fase rehabilitasi.

Setelah fase kedaruratan selesai, maka Pemprov DKI bersama Pemerintah Pusat akan fokus pada fase rehabilitasi. "Cuma sekarang ini kan banyak fokusnya pada penanganan kedaruratan. Pada fase rehabilitasi, itu semua akan dilakukan. Sekarang sedang menginventarisir apa-apa saja yang perlu penguatan," ujar Anies Baswedan.

Presiden Instruksikan 4 Langkah Penanganan Banjir

Saat ini, Pemprov DKI bersama Kempupera sedang menginventarisir kerusakan tanggul yang ada di Jakarta. Ia sendiri mengkhawatirkan adanya tanggul-tanggul dalam kondisi retak-retak.

"Kita semuanya sedang menginventarisir apa-apa saja yang perlu penguatan. Karena kalau di Jakarta ini kalau rusak, rusak dalam arti tanggul ada, tapi yang lebih mengkhawatirkan itu yang mulai retak-retak,” ungkap Anies Baswedan.

Anies sendiri sudah menginstruksikan camat dan lurah untuk melalukan inventarisasi tanggul jebol, rawan jebol dan retak-retak di wilayahnya masing-masing. Dari hasil laporan sementara, ditemukan tanggul berpotensi retak di banyak titik.

"Kami sudah menemukan di banyak tempat potensi retak-retak yang bila ada tekanan besar, punya risiko. Bicara tanggul-tanggul tadi. Kan itu bukan jebol, tapi kan retak. Kemudian tanggul-tanggul yang bawahnya longsor, terkikis, erosi. Itu sekarang laporan dari lurah camat itu kita kumpulkan semua,” terang Anies Baswedan.

DKI Tempatkan Pompa Mobile di Pesisir Utara Jakarta

Informasi ini, lanjutnya, bukan ingin membuat khawatir warga Jakarta. Melainkan untuk memberitahukan apa yang sedang Pemprov DKI lakukan untuk mengamankan warganya dari bencana banjir yang lebih besar lagi.

"Saya sampaikan ini bukan untuk membuat khawatir, bukan. Ini untuk menyampaikan bahwa kami mengumpulkan itu semua untuk mengamankan sehingga sesegera mungkin kita lakukan penguatan. Jadi harapannya bisa mencegah kejadian, daripada sudah jebol, baru diperbaiki,” tegasnya.

Ketika ditanya daerah mana yang paling rawan kondisi tanggulnya, Anies Baswedan belum mau memberitahukannnya. Tetapi ia memastikan di wilayah yang tanggulnya berpotensi rawan jebol dan retak telah disiapkan mitigasi bencana.

"Begini, setiap potensi itu semuanya rawan dan itu harus ada mitigasi. Dampaknya memang bisa beda-beda, ada yang tempatnya tinggi, sampingnya permukiman yang lebih rendah, itu risikonya lebih tinggi. Tapi ada di beberapa tempat,” paparnya.



Sumber: BeritaSatu.com