Kemko PMK: TransJakarta Berhasil Lakukan Transformasi Sosial

Kemko PMK: TransJakarta Berhasil Lakukan Transformasi Sosial
Ilustrasi ( Foto: Suara Pembaruan/Ruht Semiono )
/ YS Jumat, 10 Januari 2020 | 11:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Dewan Juri Anugerah Program Revolusi Mental Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Tri Mumpuni menyatakan PT TransJakarta telah melakukan transformasi sosial yang berhasil.

“Karena itu, tim juri melihat TransJakarta layak mendapat Anugerah Revolusi Mental,” kata aktivis penerima Penghargaan Ramon Magsaysay 2011 ini.

Tri Mumpuni menceritakan, 10 tahun lalu tak dapat dibayangkan apa yang saat ini berhasil diwujudkan TransJakarta.

“Sebuah budaya baru dalam angkutan umum yang sepuluh tahun lalu tidak ada bayangan dalam kehidupan kita,” katanya seperti keterangan tertulis yang diterima Beritasatu di Jakarta, Jumat (10/1/2010).

Dijelaskan, TransJakarta mampu mengubah cara masyarakat berkendara. Ke mana-mana tidak perlu lagi dengan mobil pribadi. “Angkutan umum yang memberikan kenyamanan, keamanan, dan ketertiban,” katanya.

Selain itu, kata dia, dewan juri mempelajari surveiTransJakarta yang saat ini mampu menjadi alat mobilisasi satu juta warga di Jakarta tiap hari dengan bus-busnya.

“Masyarakat didik, dan berhasil, antre dengan tertib dan menikmati fasilitas yang sangat nyaman. Pada waktu tertentu gratis pula,” tutur Tri.

Ia memuji manajemen TransJakarta yang saat ini dipimpin Direktur Utama Agung Wicaksono.

“Agung Wicaksono sebagai komandan tertinggi TransJakarta juga melakukan transformasi sosial kepada semua pekerjanya. Dia mampu menciptakan budaya kerja yang luar biasa,” jelas Tri.

Transjakarta diganjar Anugerah Revolusi Mental 2019 yang diberikan di Jakarta, 22 Desember 2019, dalam acara meriah yang dihadiri sejumlah menteri dan pejabat tinggi lainnya.

Agung Wicaksono yang dihubungi secara terpisah, membenarkan TransJakarta telah mencapai sekitar satu juta pelanggan per hari.

“Tahun 2019 ini mencapai tiga kali lipat dibanding 2014, yakni tiap hari melayani hampir satu juta pelanggan,” kata Agung.

Berdasarkan catatan, sepanjang 2019, TransJakarta telah melayani 262.694.499 penumpang per 29 Desember. Jumlah penumpang tertinggi per hari terjadi pada 16 Desember, sebanyak 998.658 orang.

Agung mengatakan, pencapaian itu terjadi berkat dorongan, rencana dan program yang telah disiapkan oleh Gubernur DKI Anis Rasyid Baswedan melalui program Jaklingkonya.

Program tersebut selain mendorong integrasi dan gotong royong untuk melayani warga, juga mendorong berbagai ekosistem transportasi untuk dapat disiplin dan bertanggung jawab dalam melayani seluruh lapisan masyarakat.

Dengan jumlah tersebut, 80 persen warga Jakarta telah terlayani melalui TransJakarta dalam jaringan yang terintegrasi dengan KRL, MRT, sampai angkot.

Transjakarta juga telah menjadi pelopor penggunaan bus listrik. Direncanakan seluruh armada menggunakan listrik pada tahun 2030.

“Untuk Jakarta yang lebih bersih, lebih baik, lebih sehat, Transjakarta secara bertahap mengganti semua kendaraan berbahan bakar fosil dengan tenaga listrik. Diharapkan, tahun 2030 nanti, 14.136 bus kita listrik semua,” jelas Agung.



Sumber: PR/Suara Pembaruan