Anies: Terbentuknya PT Moda Integrasi Awali Babak Baru Transportasi Jakarta

Anies: Terbentuknya PT Moda Integrasi Awali Babak Baru Transportasi Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meluncurkan ruang membaca di Stasiun MRT Lebakbulus, Jakarta Selatan, Minggu (8/9/2019) ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FMB Jumat, 10 Januari 2020 | 16:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan pembahasan integrasi moda transportasi publik di Jabodetabek telah dilakukan sejak satu tahun lalu bersama dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Hari ini, rencana integrasi tersebut terwujud dengan dibentuknya PT patungan dengan nama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek.

“Alhamdulillah ini babak baru. Harapannya nanti transportasi umum di Jakarta adalah transportasi umum yang kelas dunia. Kita tidak ingin transportasi umum kita di sini adalah transportasi yang dihindari tapi justru transportasi umum yang diminati,” kata Anies Baswedan di Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

Dengan adanya perusahaan patungan ini, Pemprov DKI bersama pemerintah pusat memastikan akan ada pelayanan transportasi umum yang terintegrasi di Jakarta dan yang lebih baik.

Diungkapkannya, Head of Agreement ditandatangani 9 Desember 2019. Kemudian dalam waktu satu bulan, sebuah perusahaan patungan antara BUMD DKI dengan BUMD terealisasi. Perusahaan patungan ini akan menjadi kendaraan PT MRT Jakarta dan PT KAI untuk melakukan perencanaan hingga implementasi pengintegrasian transportasi.

“Di mana nanti kereta commuter Indonesia, Raillink dan 72 stasiun di Jabodetabek akan di bawah kendali perusahaan ini. Jadi benar-benar akan terintegrasi. Lalu akan diintegrasikan dengan angkutan darat yang lainnya. Sehingga nanti benar-benar menjadi satu sistem,” terang Anies Baswedan.

Tidak hanya rutenya yang terintegrasi, tetapi pengelolaannya terintegrasi dan ke depan tiketnya pun semuanya akan terintegrasi. Dengan begitu, aktivitas warga di Jakarta akan bisa diintegrasikan dengan kebutuhan lainnya tanpa menggunakan kendaraan pribadi. Karena nanti, sangat mudah menggunakan transportasi publik di Jakarta.

Ia memaparkan, di tahun 2019, kereta api Commuter atau KCI, MRT dan Transjakarta itu sudah melayani total 369,3 juta penumpang. Bahkan, sejak Transajakrta dan angkutan umum darat lainnya disatukan dalam program JakLingko, terlihat lonjakan jumlah penumpang yang signifikan.

Di tahun 2017, lanjut Anies Baswedan, pengguna kendaraan umum per hari itu rata-rata 338.000 orang per hari. Sesudah diintegrasikan, di tahun 2019 ini rata-ratanya meningkat menjadi 700.000 penumpang per hari.

“Jadi angkanya itu double, padahal itu baru integrasi antar angkutan darat, belum menyambung ke kerea api ini. Itu saja sudah double. Kalau double itu artinya apa? 338.000 menjadi 700.000 artinya ada orang berpindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Begitu perpindahan itu terjadi, maka jumlah kendaraan pribadi di jalanan turun,” ungkap Anies Baswedan.

Agar dapat meningkatkan jumlah penumpang transportasi publik, maka tantangan yang dihadapi Pemprov DKI adalah memberikan kendaraan umum yang terintegrasi, yang terjangkau secara harga, terjangkau secara geografis. “Jadi angka 369 juta per tahun hari ini, kita jadikan sebagai titik nolnya. Kita integrasikan sekarang, insyaallah segera angka-angkanya bisa double dalam waktu yang singkat,” terangnya.



Sumber: BeritaSatu.com