1 Tahun, PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek Harus Selesaikan 3 Program

1 Tahun, PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek Harus Selesaikan 3 Program
Anies Baswedan. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / MPA Jumat, 10 Januari 2020 | 16:41 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Setelah resmi dibentuk, PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek yang merupakan perusahaan patungan antara PT MRT Jakarta dengan PT KAI mempunyai tiga program kerja yang harus dirampungkan dalam waktu satu tahun.

Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan sejak ditandatangani perjanjian kerja sama pembentukan perusahaan patungan, maka perusahaan tersebut langsung bekerja hari ini juga.

Karena sudah ada tiga quick win atau program kerja yang harus segera diwujudkan dalam waktu satu tahun. Pertama, penataan empat stasiun yang terintegrasi yang harus rampung pada Maret 2020.

Kedua, perusahaan patungan ini harus melakukan tiga studi dalam waktu enam bulan. Ketiga studi tersebut yaitu studi pengelolaan terintegrasi, studi TOD dan studi pengembangan jaringan.

Ketiga, di akhir tahun ini, kita akan lakukan amandemen terhadap SOA (statement of agreement), untuk kemudian mulai melakukan pekerjaan-pekerjaan yang terkait integrasi dan pekerjaan pengembangan TOD,” kata William Sabandar di Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

Ditempat yang sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan perusahaan patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta akan menata empat stasiun di Jakarta. Keempat stasiun tersebut adalah Stasiun Sudirman, Tanah Abang, Juanda dan Senen. Penataan keempat stasiun ini harus sudah rampung pada Maret 2020.

“Keempat stasiun ini akan sepenuhnya terintegrasi pada Maret 2020. Jadi tiga bulan kedepan kita akan melihat wujud dari integrasi antar moda ini,” kata Anies Baswedan.

Diungkapkannya, banyak permasalahan yang harus diselesaikan di keempat stasiun tersebut. Mulai dari lalu lintas warga yang keluar-masuk stasiun, lalu lintas kendaraan di sekitar stasiun, serta menata angkutan umum lainnya di sekitar stasiun.

“Dengan ada penataan ini, maka empat stasiun ini akan terlihat lebih rapi, lalu lintas kendaraan menjadi lancar. Juga akan bekerja sama dengan seluruh stakeholder di sekitar stasiun, termasuk ojek online, taksi dan angkutan umum lainnya,” ujar Anies Baswedan.

Menurutnya, penataan stasiun itu nantinya di bawah kendali Pemprov DKI Jakarta. Sebab, Pemprov DKI Jakarta yang mengetahui rencana tata ruang di Jakarta. Dengan demikian, penataan transportasi mengikuti rencana tata ruang.

“Mengapa DKI menjadi pengendali disini, karena mengelola tata ruang adalah yang mengelola tata transportasi. Ketika tata transportasi tidak sinkron dengan tata ruang, maka jadi masalah. Nah tata ruang ada di pemerintah daerah. Karena itu pemerintah daerah yang mengelola. Dan nanti perencanan transportasi mencerminkan tata ruang,” terang Anies Baswedan.

PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek, tambah Anies Baswedan, bertugas menata dan membuat 72 stasiun di Jabodetabek terintegrasi. Untuk tahap awal, penataan stasiun dilakukan di empat stasiun, sisanya 68 stasiun lainnya akan dilakukan setelah penataan empat stasiun itu rampung.



Sumber: Suara Pembaruan