PSI dan Yayasan Peduli Literasi Beri Bantuan Buku ke Sekolah yang Terkena Banjir

PSI dan Yayasan Peduli Literasi Beri Bantuan Buku ke Sekolah yang Terkena Banjir
Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Yayasan Peduli Literasi memberi bantuan buku kepada siswa SD Negeri 05 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin, 13 Januari 2020. ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / AO Selasa, 14 Januari 2020 | 08:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Yayasan Peduli Literasi (Pelita) memberikan bantuan buku kepada siswa SD Negeri 05 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Sebelumnya, pada Sabtu (4/1/2020), kader dan relawan PSI juga membersihkan lumpur dari sekolah yang sempat terendam banjir setinggi 2,5 meter itu.

“Kami hadir di sini, karena saat membantu bersih-bersih, kami melihat buku-buku di perpustakaan ikut tenggelam dan rusak. Kami bekerja sama dengan Yayasan Peduli Literasi. Kami galang bantuan berupa buku-buku cerita, karena buku paket sekolah sudah diberi Dinas Pendidikan,” kata Ketua DPP PSI, Tsamara Amany, di SDN Bintaro 05, Senin (13/1/2020).

Banjir yang terjadi 1-3 Januari lalu membawa dampak cukup parah bagi proses belajar siswa SDN Bintaro 05. Perpustakaan yang terletak di lantai dasar sekolah, tak luput dari dampak. Ratusan buku rusak total. Bantuan dari PSI dan Yayasan Peduli Literasi ini, melengkapi paket-paket bantuan yang sangat dibutuhkan para siswa. Dinas Pendidikan juga sudah menyalurkan bantuan ke pihak sekolah.

“Ada bantuan dari Dinas Pendidikan, isinya tas dan alat tulis,” ujar anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, di lokasi yang sama. Selain Tsamara dan Anggara, Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka dan Juru Bicara PSI Sigit Widodo turut mendampingi penyerahan bantuan tersebut.

Kepala SDN Bintaro 05, Rosliana Lumban Gaol, yang menyambut kedatangan PSI dan yayasan, mengaku sempat bingung dengan buku bacaan siswa yang rusak parah dan hilang. Apalagi, sebentar lagi anak didiknya akan menghadapi ujian sekolah.

Rosdiana pun melanjutkan bantuan buku pelajaran dan buku cerita sangat membantu menormalkan kembali kegiatan belajar dan mengajar di sekolahnya.

“Terima kasih atas kerja samanya. Semua bantuan kami tampung. Mudah-mudahan anak yang sudah berprestasi jangan lagi mundur (prestasinya) akibat kehilangan buku bacaan,” ucap Rosdiana.



Sumber: Suara Pembaruan