Ratusan Massa Pro dan Kontra Anies Gelar Unjuk Rasa di Balai Kota

Ratusan Massa Pro dan Kontra Anies Gelar Unjuk Rasa di Balai Kota
Demo Pendukung Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (14/1/2020). (Foto: Beritasatu.com / Lenny Tristia Tambun)
Lenny Tristia Tambun / FMB Selasa, 14 Januari 2020 | 15:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ratusan massa yang terbagi menjadi dua kubu, pro dan kontra Gubernur DKI Anies Baswedan, telah berdatangan untuk menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Melihat ada dua kubu massa, maka aparat kepolisian memecah massa. Pengunjuk rasa yang mendukung Anies Baswedan menyampaikan aspirasinya di depan gedung Balai Kota DKI.

Kubu massa pro-Anies Baswedan pun terbagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok beraksi di depan pintu masuk samping gedung Lemhanas. Mereka tergabung dalam Forum Komunikasi Betawi (Forkabi). Sedang kelompok lain beraksi di depan pintu masuk utama yang berada di tengah gedung Balai Kota. Kelompok massa ini berasal dari Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SMMI) dan Organisasi Serikat Serumpun Muslim.

Orator Forkabi yang berada di atas mobil komando meneriakkan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta karena dinilai telah mampu menjaga keamanan dan kedamaian Kota Jakarta. Bahkan memberikan perhatian lebih besar kepada suku Betawi.

“Kami, orang Betawi mendukung Pak Anies Baswedan dalam bekerja sebagai Gubernur DKI. Kami, Forkabi siap mengawal Anies Baswedan dalam menjalankan tugasnya,” seru orator yang diiringi dengan teriakan dan tepuk tangan massa.

Sedangkan orator mahasiswa Islam yang berada di mobil komando juga meneriakkan yang sama.

659 Personel Amankan Demo Massa Pro dan Kontra Gubernur DKI

“Kami di sini tidak datang mencari musuh, bukan untuk memprovokasi, kami di sini hanya ingin menyampaikan beberapa aspirasi yang disepakati Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia dan Organisasi Serikat Serumpun Islam. Berdasarkan kajian kami, kami sepakat untuk mengawal dan mendukung kinerja, kebijakan dan kewenangan Bapak Anies Baswedan,” seri orator tersebut.

Sementara itu kubu massa kontra-Anies Baswedan yang telah datang ke Balai Kota DKI, diminta untuk mundur meninggalkan Balai Kota. Mereka digiring ke depan Monas yang berada di Patung Kuda Arjuna Wiwaha. Disana, mereka melakukan unjuk rasa.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, massa kontra Anies Baswedan terus berdatangan ke lokasi aksi. Mereka membawa bendera merah putih dan menggunakan kaos hitam.

Terdengar yel-yel lagu Tik-tik Bunyi Hujan yang dinyanyikan orator dengan mengganti liriknya.

Akibat aksi ini, Jalan Medan Merdeka Selatan mengalami kemacetan lalu lintas. Selain dikarenakan massa pro-Anies mengokupasi jalan, juga puluhan kendaraan massa dan aparat kepolisian yang diparkirkan di badan jalan memakan dua lajur.



Sumber: BeritaSatu.com