Revitalisasi Kawasan Sabang Ditunda Tahun Depan

Revitalisasi Kawasan Sabang Ditunda Tahun Depan
Situasi Jalan Sabang menuju Jalan Thamrin terpaut lenggang. (Foto: Suara Pembaruan/Carlos Roy Fajarta)
Lenny Tristia Tambun / FER Rabu, 15 Januari 2020 | 15:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Dinas Bina Marga DKI, Hari Nugroho mengatakan, program revitalisasi kawasan Jalan Sabang atau Jalan KH Agus Salim belum dilakukan tahun ini. Revitalisasi yang masuk dalam kawasan 'Kebon Bang Jaim' ini baru dilakukan tahun 2021.

Tolak Rencana Penataan Kawasan Sabang, Warga Mengadu ke DPRD

Menurut Hari Nugroho, penataan kawasan Kebon Bang Jaim (Kebon Sirih, Sabang, Jaksa dan Wahid Hasyim) ini belum menjadi program prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

Hingga saat ini, pihaknya baru melakukan penataan trotoar di kawasan Jalan Wahid Hasyim. Sedangkan penataan trotoar di kawasan di Jalan Jaksa, Jalan Sabang dan Jalan KH Agus Salim belum dapat dilaksanakan.

Awalnya,  revitalisasi kawasan Jalan Sabang akan dilakukan tahun ini, tetapi karena pihaknya masih akan fokus menyelesaikan integrasi antar moda transportasi publik, maka rencana penataan salah satu kawasan bersejarah di Jakarta ini ditunda.

"Untuk yang Sabang belum. Dulunya kita mau menata dari Jalan Kebon Sirih-Sabang. Tetapi sekarang kita mau fokus dulu menyelesaikan integrasi antar moda transportasi publik. Seperti yang di Cipete, kemudian Antasari. Jadi rencana akan kita ubah dulu,” kata Hari Nugroho, Rabu (15/1/2020).

DKI Gelar Festival Kebon Bang Jaim

Adanya penolakan dari warga dan pengusaha di Jalan KH Agus Salim atau Sabang karena sudah mendapatkan sosialisasi mengenai revitalisasi kawasan tersebut, Hari Nugroho mengakui memang ada rencana revitalisasi di Jalan Sabang, tetapi belum menjadi prioritas dan dilakukan tahun ini.

"Belum. Dulu ada rencana begitu. Tetapi belum prioritas. Belum tahun ini. Tahun depan kira-kira," ujar Hari Nugroho.

Selain masih fokus merampungkan integrasi antar moda, pihaknya juga ingin membuat kawasan Jalan Sabang sebagai salah satu wisata kuliner di Jakarta.

Tidak hanya itu, Gubernur DKI Anies Baswedan menginginkan revitalisasi trotoar di kawasan Sabang harus menerapkan konsep complete street. Itu menjadi salah satu kegiatan strategi daerah (KSD) yang harus dilakukan Dinas Bina Marga dalam melaksanakan revitalisasi trotoar di Jakarta.

"Memang mau dijadikan KSD wisata kuliner, sekaligus revitalisasi dari Sabang sampai Kebon Sirih. Mungkin tahun depan, 2021. Kita inginnya complete street. Ada jalur sepeda, ada trotoar, amenitis untuk tanaman,” terang Hari Nugroho.

Nantinya, kata Hari, penataan pedagang kaki lima (PKL) masuk dalam revitalisasi kawasan Sabang. PKL yang diperbolehkan berdagang di trotoar akan dikoordinir oleh PD Pasar Jaya.

"Namun mereka ditempatkan trotoar yang luasnya lebih dari 5,5 meter. Dan itu tidak boleh menetap permanen. Model box ramah lingkungan," kata Hari Nugroho.



Sumber: BeritaSatu.com