Pemkot Bekasi Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Tiga Bulan

Pemkot Bekasi Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Tiga Bulan
Banjir masih merendam‎ permukiman warga Kota Bekasi, Kamis petang, 2 Januari 2020. ( Foto: Suara Pembaruan/Mikael Niman )
Mikael Niman / JAS Rabu, 15 Januari 2020 | 15:05 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Masa tanggap darurat bencana di Kota B‎ekasi, kembali diperpanjang hingga tiga bulan ke depan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengungkapkan, perpanjangan masa tanggap darurat mulai diberlakukan sejak 1 Januari 2020 lalu telah diperpanjang hingga 15 Januari. Kini, diperpanjang lagi hingga ‎tiga bulan ke depan karena pemerintah daerah mengantisipasi banjir susulan, yang menurut prediksi BMKG, curah hujan masih tinggi hingga Maret mendatang.

"Pertama perpanjangan status tanggap darurat itu karena rehabilitasi belum selesai di beberapa titik yang sebelumnya tergenang banjir. Dan kami mengantisipasi curah hujan yang masih tinggi sampai Maret," ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Rabu ‎(15/1/2020).

‎Dia menjelaskan, wilayah yang masih tergenang lumpur cair di antaranya berlokasi di Perumahan Kemang IFI, Perumahan Pondokgede Permai (PGP), Komplek AL, Pondok Mitra Lestari, dan Perumahan Jatiasih Indah. Hal ini, lantaran kekurangan alat berat pembersih lumpur.

"Hingga saat ini, sejumlah pegawai teknis atau dinas yang bukan pelayanan telah diterjunkan untuk membantu membersihkan genangan lumpur," katanya.

Menurutnya, pengerahan pegawai di lingkungan Pemkot Bekasi ini sudah dilakukan sejak status darurat bencana awal tahun baru.

"Kami kerahkan pegawai dari organisasi perangkat daerah yang tidak masuk dalam pelayanan masyarakat, mereka bekerja bahu membahu bersama warga," ucapnya.

‎Dia mengatakan, perpanjangan masa tanggap darurat bencana ini berdasarkan rapat Kordinasi dengan BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Pusat dan Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bekasi, semalam.

Terlebih lagi, perpanjangan masa darurat bencana ini juga mengikuti prediksi cuaca puncak musim hujan yang diperkirakan akan berakhir Maret 2020.



Sumber: Suara Pembaruan