Kawasan Sabang Disiapkan sebagai Tempat Nongkrong Milenial

Kawasan Sabang Disiapkan sebagai Tempat Nongkrong Milenial
Parkir meter yang ditempatkan di sepanjang Jalan Sabang, Jakarta, Jumat (26/9). ( Foto: Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Rabu, 15 Januari 2020 | 15:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia mengatakan, revitalisasi kawasan Sabang di Jalan KH Agus Salim akan dikembalikan ke era tahun 70-an. Pada masa tersebut, kawasan Sabang menjadi tempat nongkrong favorit bagi kaum muda Jakarta.

Revitalisasi Kawasan Sabang Ditunda Tahun Depan

"Dulu kan Jalan Sabang itu terkenal memang tempat nongkrong ya di tahun-tahun 70-an hingga 80-an. Rencananya, ya kami hidupkan lagi lah. Tapi sesuai dengan gaya yang lebih kekinian, milenial lah. Jadi disana tempat orang datang, untuk kebutuhan makan atau sekadar ketemuan,” kata Cucu Ahmad Kurnia, Rabu (15/1/2020).

Selain itu, kata Cucu Ahmad Kurnia, penataan kawasan Sabang akan dibuat hampir sama dengan penataan kawasan Legian, di  Provinsi Bali. Hanya saja tetap disesuaikan dengan karakteristik Kota Jakarta.

"Ya kurang lebih lah, tapi kita sesuaikan dengan karakteristik yang ada di Jakarta," kata Cucu Ahmad Kurnia.

Tolak Rencana Penataan Kawasan Sabang, Warga Mengadu ke DPRD

Mantan Kepala Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu ini mengungkapkan, leading sector program revitalisasi kawasan Jalan Sabang ada di tangan Dinas Bina Marga. Sedangkan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif hanya melaksanakan penataan kawasan Sabang sebagai destinasi wisata kuliner.

"Leading sector-nya bukan di kami. Ada di Dinas Bina Marga. Kalau kita kan hanya user saja. Kalau sudah jadi, kita melakukan aktivitas disana. Itu kan bisa menjadi objek wisata. Tetapi kalau penataan totalnya mungkin di Bina Marga yang merencanakannya," terang Cucu Ahmad Kurnia.

Menyoal penolakan dari warga dan kalangan pengusaha di sekitar Jalan Sabang, Cucu Ahmad Kurnia menegaskan, penataan kawasan Sabang tidak akan merugikan siapa pun. Setiap permasalahan akan dicarikan jalan keluar yang terbaik untuk kedua belah pihak.

"Ya itu kan dikomunikasikan terus. Cuma masalah mungkin perbedaan persepsi saja. Kita akan cari win-win solution-nya untuk semua," tegas Cucu Ahmad Kurnia.



Sumber: BeritaSatu.com