Polda Metro: Eks Kasat Reskrim Polres Jaksel Tidak Terbukti Memeras
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Polda Metro: Eks Kasat Reskrim Polres Jaksel Tidak Terbukti Memeras

Kamis, 16 Januari 2020 | 06:59 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Propam Polda Metro Jaya, telah memeriksa mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Andi Sinjaya Ghalib dan pelapor atas nama Budianto, terkait isu pemerasan atau suap sebesar Rp 1 miliar. Hasil pemeriksaan, Andi tidak terbukti menerima suap atau melakukan pemerasan.

"Jadi pemeriksaan sudah selesai dari kedua-duanya, dan hasilnya atau kesimpulan dari Propam memang tidak terbukti apa yang selama ini diisukan. Hasilnya, kesimpulannya bahwa tidak terbukti suap," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Rabu (15/1/2020).

Dikatakan Yusri, Andi bukan dicopot sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, namun dimutasi menjadi Kakorgadik SPN Polda Metro Jaya.

"Ini bukan dicopot. Kalau dicopot itu tidak ada jabatan karena bermasalah. Kalau mutasi itu penyegaran, karena memang Andi ini adalah orang yang punya pendidikan yang bagus sehingga dibutuhkan oleh institusi kita untuk dijadikan tenaga pendidik. Ini pertimbangan institusi," ungkapnya.

Sementara itu, Propam Polda Metro Jaya juga telah memeriksa Budianto, selaku pelapor kasus tanah yang perkaranya ditangani Polres Metro Jakarta Selatan. Penyidik Propam memberikan sekitar 16 pertanyaan seputar isu pemerasan atau suap itu, dalam pemeriksaan yang digelar sekitar pukul 11.00 WIB hingga 15.30 WIB.

"Pemeriksaan sudah selesai. Ada 16 pertanyaan itu delapan halaman. Pertanyaannya terkait dengan berita yang viral di media online. Saya diminta klarifikasi atas pemberitaan yang adanya permintaan uang Rp 1 M," kata Budianto.

Budianto memberikan klarifikasi, kalau pemerasan atau suap itu bukan dilakukan anggota polisi melainkan makelar kasus (markus) berinisial A. Pada pemeriksaan, Budianto pun memberikan sejumlah bukti-bukti kalau markus itu memintanya uang Rp 1 miliar untuk mengurus perkara soal tanah yang dilaporkannya.

"Saya jelaskan bahwa permintaan uang itu memang ada. Saya berani bilang ada kenapa karena di tanggal 24 sampai 26 Desember 2018 itu saya ngobrol-ngobrol sama rekan yang namanya bro A, bahwa saya punya kasus yang dilempar dari Polda ke Polres Jaksel berjalan lambat. Terus dia bilang, 'kalau mau dibantu, ya sudah ayo gua bisa bantu karena dari jajaran atas-bawah gua kenal', itu kata si A," jelas Budianto.

Pada perjalanan waktu, tambah Budianto, makelar itu meminta uang Rp 1 miliar untuk mempermudah agar kasusnya yang disebut berjalan lambat bisa langsung dibawa ke meja hijau. Namun, belakangan Budianto berpikir darimana uang sebesar itu, dan akhirnya batal meminta bantuan si A.

"Setelah saya pikir-pikir darimana saya menyediakan uang sebanyak itu. Saya by phone, sudah cancel bro A, saya nggak bisa segitu," jelasnya.

Budianto mengungkapkan, beberapa waktu kemudian dirinya bertemu dengan Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane dan menceritakan perkara yang dilaporkannya soal kasus tanah sudah dinyatakan lengkap atau P21, namun tersangkanya belum ditangkap. Termasuk adanya orang yang meminta uang Rp 1 miliar.

Namun, Budianto tidak memberikan informasi secara utuh kepada Neta sehingga terbit pers rilis yang menyebutkan, IPW menyampaikan apresiasi karena penyidik Polres Metro Jakarta Selatan -Andi Sinjaya- dicopot karena diduga melakukan pemerasan atau menerima suap sebesar Rp 1 miliar.

Atas kesalahan itu, Budianto menyampaikan, permintaan maaf. "Saya minta maaf ke Kapolda, Kapolres, dan jajarannya, Bang Neta karena belum melengkapi bukti WA (Whatsapp), bukti percakapan utuh. Saya minta maaf kepada pak Kasat Andi Sinjaya," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pasien Menurun, Tempat Tidur Wisma Atlet Kemayoran Terisi 206 Orang

Sejak dibuka, rumah sakit darurat ini telah didatangi berbagai kategori pasien Covid-19 yang jumlahnya mencapai 128.533 orang.

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

Viani Limardi Resmi Gugat PSI Rp 1 Triliun

Anggota DPRD DKI Viani Limardi merasa pemecatannya dariPSI dengan alasan penggelembungan dana reses adalah sebuah kejahatan dengan maksud membunuh karakternya.

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

Waspadai Hujan Disertai Petir di 3 Wilayah Jakarta pada Rabu Siang

Cuaca serupa pada saat bersamaan juga diprakirakan berpotensi terjadi di tiga wilayah sekitar DKI, yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok.

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

Anies Merasa Aneh PDIP dan PSI DKI Interpelasi Formula E

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku aneh dengan langkah anggota DPRD DKI yang mengajukan interpelasi penyelenggaraan balapan mobil listrik Formula E.

MEGAPOLITAN | 19 Oktober 2021

Anies Jelaskan Alasan Formula E Diselenggarakan 3 Tahun Berturut-turut

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan alasan pihaknya menyelenggarakan Formula E dalam tiga tahun berturut-turut.

MEGAPOLITAN | 19 Oktober 2021

PIK2 Terapkan Sistem Polder yang Diadaptasi dari Belanda

Kekhawatiran tenggelamnya suatu wilayah bisa dihindari dengan adanya penerapan sistem polder.

MEGAPOLITAN | 19 Oktober 2021

Anies Ungkap Alasan Pembangunan ITF di Jakarta Molor

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan alasan molornya pembangunan Intermediate Treatement Facility (ITF).

MEGAPOLITAN | 19 Oktober 2021

Program DP Nol Rupiah, Anies Habiskan Rp 219 Miliar

Anies Baswedan mengatakan telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 219 miliar hingga Oktober 2021 untuk merealisasikan program DP (down payment) Nol Rupiah.

MEGAPOLITAN | 19 Oktober 2021

Ingin Turun Level Seperti Jabodetabek, Kabupaten Bogor Harapkan Bantuan

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengaku sedih saat mengetahui Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang dikeluarkan dari aglomerasi Jabodetabek.

MEGAPOLITAN | 19 Oktober 2021

Wali Kota Jakpus Akan Kembangkan Produk Jakpreneur

Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma mengatakan akan mengembangkan produk Jakpreneur ke depannya.

MEGAPOLITAN | 19 Oktober 2021


TAG POPULER

# Malala Yousafzai


# Tes PCR


# Pinjol Ilegal


# Molnupiravir


# Liga Champions



TERKINI
MUI: Gunakan Wakaf untuk Penguatan UMKM

MUI: Gunakan Wakaf untuk Penguatan UMKM

EKONOMI | 23 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings