Jalan Sabang Bisa Seperti Malioboro
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jalan Sabang Bisa Seperti Malioboro

Kamis, 16 Januari 2020 | 10:13 WIB
Oleh : Erwin C Sihombing / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Penolakan pengusaha di Jalan Sabang diharapkan tidak berlarut-larut, dan pihak Pemprov DKI bisa menemukan solusi untuk merevitalisasi kawasan tersebut menjadi kawasan wisata kuliner. Jika ditata dengan baik, Jalan Sabang bisa seperti Malioboro yang ramai dikunjungi pelancong dari dalam maupun luar negeri.

Pengamat perkotaan Yayat Supriatna menyebut, revitalisasi Jalan Sabang seharusnya tidak ditunda tetapi dilakukan sambil terus berdialog dengan warga atau pengusaha di Jalan Sabang. Baik pemerintah maupun pengusaha harus menyepakati jalan tengah agar revitalisasi bisa dilakukan dan semua pihak mendapat keuntungan.

"Sebaiknya tidak ditunda tetapi dilakukan sambil jalan. Pemerintah harus bisa berinovasi, tetapi jangan mematikan usaha mereka karena gagasan yang secara estetika sebenarnya cukup menarik," kata Yayat, di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Yayat mengakui tidak ada regulasi khusus yang mensyaratkan trotoar di suatu wilayah harus dilebarkan sebagai bagian dari revitalisasi. Namun dia menyebut untuk melebarkan trotoar sudah ada pedoman teknisnya.

"Misalnya apakah wilayah tersebut merupakan zona ekonomi yang orang biasa datang dan parkir di sana, tersedia ruang parkir yang memadai. Jalan Sabang saya rasa tidak memiliki lahan parkir yang memadai," ujar dia.

Sebagai solusi, lanjut Yayat, Pemprov DKI bisa melebarkan pedestrian di Jalan Sabang namun membatasi jumlah kendaraan umum yang melintas di lokasi tersebut. Bila perlu DKI menyiapkan bus khusus gratis yang bisa melintasi kawasan tersebut.

Selain itu, DKI harus menyediakan lahan parkir khusus agar masyarakat yang mau menghabiskan waktu di Jalan Sabang bisa memarkir kendaraan dan terfasilitasi dengan moda bus gratis untuk menuju lokasi. Konsepnya serupa dengan Jalan Malioboro, Yogyakarta.

"Malioboro membatasi kendaraan tetapi tetap ramai dikunjungi orang," kata Yayat.

Pengusaha diharapkan tidak alergi dengan pedagang kaki lima (PKL) namun pemerintah harus membatasi PKL yang diperkenankan berdagang. Di Malioboro, PKL dengan pengusaha bisa bersinergi bahkan produk yang dijual PKL dari pengusaha juga.

Sebanyak 50 pengusaha yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Jalan Sabang (PPS) menolak revitalisasi Jalan Sabang sehingga Pemprov DKI menonda pelebaran trotoar di lokasi tersebut. Menurut pengusaha pelebaran trotoar tidak urgen dan adanya pengkhususan untuk PKL bisa mematikan usaha mereka.

Sikap para pengusaha tersebut ditunjukan sewaktu beraudiensi dengan DPRD DKI serta jajaran Wali Kota Jakpus, Rabu (15/1). Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani mengaku memahami keluhan para pengusaha yang tidak sedikit dari mereka sudah berdagang di lokasi sejak era 1950.

Menurut Zita, anggaran pelebaran trotoar sebesar Rp 1 triliun yang telah disetujui DPRD DKI harus digunakan secara bijak. Dia menilai trotoar di kawasan Jalan Sabang maupun Jalan Jaksa tidak layak dilebarkan mengingat kondisinya sudah sempit.

Dia menilai diperlukan adanya kajian mendalam terlebih dulu dari Pemprov DKI sebelum memutuskan melebarkan trotoar di lokasi-lokasi yang dimaksud. "Kalau trotoar diperlebar, ya mati usahanya, lalu lintasnya juga semakin padat," kata dia.

Wakil Wali Kota Jakpus, Irwandi, meminta para pengusaha untuk tidak khawatir akan rencana revitalisasi trotoar di Jalan Sabang sebab pihaknya masih melakukan kajian. Keluhan para pengusaha bakal ditampung oleh pemerintah dan pihaknya berjanji revitalisasi tidak berdampak pada matinya usaha mereka.

"Ini masih berupa kajian dan bisa diubah sesuai aspirasi masyarakat dan pengusaha. Nah, aspirasi yang saat ini disampaikan ini menjadi bahan masukkan untuk kita," kata Irwandi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Terapkan PeduliLindungi di Pasar, DPRD Kota Bogor Minta Perhatikan Warga Tak Punya HP

DPRD Kota Bogor meminta Pemkot untuk memperhatikan warga yang tak memiliki HP jika ingin menerapkan aplikasi pedulilindungi dalam berkegiatan di pasar.

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

Polisi Pelajari Laporan Dugaan Penipuan Putri Nia Daniaty

Polda Metro Jaya saat ini tengah mempelajari laporan dugaan penipuan bermodus rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) oleh putri Nia Daniaty.

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

Pasar Tradisional Kota Bogor Mulai Uji Coba Aplikasi PeduliLindungi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai menggunakan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional pada pekan ini.

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

Guru dan Siswa di Kota Tangerang Ikuti Swab PCR

Guru dan siswa di Kota Tangerang mengikuti tes swab PCR. Hal ini untuk mengantisipasi munculnya klaster baru penularan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

Viral Dijadikan Tempat Mesum, Tebing Koja di Tangerang Diawasi Ketat

Pemkab Tangerang akan mengawasi ketat lokasi wisata Tebing Koja, Kampung Koja, Kecamatan Solear, yang sempat viral karena dijadikan tempat mesum.

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

7 Fraksi DPRD DKI Tidak Akan Hadiri Paripurna Interpelasi Formula E

Agenda rapat paripurna interpelasi Formula E tersebut dinilai merupakan agenda ilegal.

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

BPN: Pemilik Lahan Garap Hanya Boleh Menggarap, Tidak Mendirikan Bangunan

BPN Kabupaten Bogor menegaskan, surat oper alih garapan tidak serta-merta menentukan kepemilikan lahan seseorang apalagi mendirikan bangunan

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

BPN Sebut Masih Banyak Sengketa Lahan di Bogor Selain Kasus Rocky Gerung

Dengan luas wilayah Kabupaten Bogor yang mencapai 298.838.304 hektare, kata Sepyo, kasus sengketa lahan juga terjadi pada area yang sudah bersertifikat.

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

114 Makam Wakaf Tertimbun Sampah di TPA Sumurbatu Bekasi

Sebanyak 114 makam wakaf warga tertimbun tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Sumurbatu milik Pemkot Bekasi.

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

Pandemi Covid-19 Makin Terkendali di Jakarta, Positivity Rate Tersisa 0,9%

Positivity rate atau persentase kasus positif Covid-19 dalam seminggu terakhir sudah berada di angka 0,9 persen.

MEGAPOLITAN | 27 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Update Covid-19


# Lionel Messi


# Kebakaran Lapas Tangerang


# SUN



TERKINI
Tak Hanya Kena Tegur Indro Warkop, Warkopi Juga Disebut Langgar HAKI

Tak Hanya Kena Tegur Indro Warkop, Warkopi Juga Disebut Langgar HAKI

HIBURAN | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings