Duet Pasutri Curi Ratusan Sepeda Motor Berakhir di Balik Jeruji Besi

Duet Pasutri Curi Ratusan Sepeda Motor Berakhir di Balik Jeruji Besi
RW dan M (baju oranye), pasangan suami-istri pelaku pencurian sepeda motor. ( Foto: Beritasatu Photo / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / WBP Sabtu, 18 Januari 2020 | 09:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -Sepak terjang pasangan suami-istri RW (20) dan M (27), mencuri ratusan sepeda motor, berakhir sudah. Polisi menangkap keduanya, di salah satu apartemen, di Kemayoran, Jakarta Pusat, dan menjebloskannya ke dalam penjara, Kamis (9/1/2020) lalu.

"Subdit Resmob berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor, lebih dari 100 kali. Tersangka yang kita amankan berinisial RW dan M alias L, perempuan. Mereka suami-istri," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/1/2020).

Dikatakan Yusri, duet keduanya dalam menjalankan aksi pencurian sepeda motor sempat viral, di media sosial. Ketika itu, mereka menyasar sepeda motor yang parkir di depan sebuah indekos, di Jakarta. "Jadi suaminya sebagai eksekutor, istrinya mendampingi, menunggu di sepeda motor," ungkap Yusri Yunus.

Berdasarkan catatan Polda Metro Jaya, keduanya telah melakukan aksi pencurian sekitar 116 kali di antaranya, di Jalan Jaya, Cengkareng, Jakarta Barat, kemudian kawasan Citeurep, Bogor ada 30 tempat kejadian perkara (TKP), Cibinong 30 TKP, Depok 25 TKP, Cibubur, Jakarta Timur 25 TKP, dan Ciracas lima TKP.

Modusnya, berkeliling mencari sasaran menggunakan sepeda motor untuk menggambarkan situasi. Sasarannya sepeda motor yang parkir di pinggir jalan, halaman rumah, depan toko atau di depan indekos. "Jika sudah mendapatkan target, pelaku mendekati. Istrinya menunggu di motor, eksekutornya adalah suaminya. Dia melakukan dengan menggunakan kunci T," kata Yusri Yunus.

Menurut Yusri, pasutri itu pernah menjalankan aksi mencuri sepeda motor milik korban MP, di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, akhir Oktober 2019 lalu. Ketika itu, korban baru saja pulang kerja dan memarkirkan sepeda motornya di depan rumah. Berselang 30 menit, motornya raib digondol tersangka.

"Korban membuat laporan polisi. Setelah itu dilakukan penyelidikan, anggota mendapatkan informasi kedua pelaku sering beredar di Kemayoran, Jakarta Pusat. Tim akhirnya berhasil mengamankan pelaku. Pengakuannya sudah lebih dari 100 kali. Ini akan kita telusuri semuanya. Kita masih mendalami, termasuk mencari penadahnya. Mudah-mudahan kita bisa mengungkap dan mengamankan penadahnya," jelas Yusri Yunus.

Yusri mengungkapkan, sebelum bersama sang istri, tersangka RW menjalankan aksi pencurian berduet dengan bapaknya yang merupakan penjahat kambuhan alias residivis kasus pencurian sepeda motor. "Sejak tahun 2018, sampai saat ini. Tapi itu dilakukan juga sama orang tua. Bapaknya adalah residivis pencurian kendaraan bermotor roda dua. Hampir setiap hari beraksi," tandas Yusri Yunus.

Kini pasutri itu telah mendekam di balik terali besi ruang tahanan Polda Metro Jaya. Keduanya, dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ancaman hukumannya 7 tahun penjara.



Sumber: BeritaSatu.com