Peserta Seleksi Terbuka PSI Soroti Lemahnya Pelayanan Publik Tangsel

Peserta Seleksi Terbuka PSI Soroti Lemahnya Pelayanan Publik Tangsel
Ketua DPW PSI Banten Azmi Abubakar di acara konvensi Pilkada PSI 2020 di Basecamp PSI Jakarta, Sabtu (18/1/2020) (Foto: Ist)
Yustinus Paat / FMB Sabtu, 18 Januari 2020 | 23:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar seleksi terbuka untuk 18 kandidat bakal calon Wali Kota/Wakil Wali Kota Tangerang Selatan di Kantor DPP PSI, Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari konvensi Pilkada PSI 2020.

Salah seorang peserta, Azmi Abubakar, menyatakan program unggulannya adalah reformasi birokrasi dan pelayanan publik. Menurut dia, selama ini persoalan transparansi birokrasi dan pelayanan publik di Tangsel masih lemah.

“Saya menawarkan reformasi birokrasi dan pelayanan publik. Di bidang pelayanan publik, saya akan membangun sistem yang beroperasi 24 jam untuk melayani 1,6 juta warga Tangsel," ujar Azmi dalam konvensi tersebut.

Selain itu, kata Azmi, di bidang reformasi birokrasi, dirinya akan membangun sistem transparansi perencanaan, pemanfaatan, dan pengelolaan APBD melalui penyediaan informasi secara digital. "Selama ini, persoalan transparansi birokrasi dan pelayanan publik di Tangsel masih lemah,” tandas Ketua DPW PSI Banten ini.

Azmi juga menawarkan program pendampingan bagi gizi dan kesehatan ibu dan anak bagi keluarga miskin dan rentan miskin. Menurut dia, ibu hamil dan menyusui harus didampingi dan dipenuhi kebutuhan gizinya.

"Tidak hanya itu, ketika melahirkan, pendampingan, pelayanan dan kebutuhan gizi bayi harus mendapat perhatian pemkot hingga berusia lima tahun,” ujar pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa ini.

Peserta lain, Mikhail Gorbachev Dom, menyatakan permasalahan utama di Tangsel adalah kesenjangan antara wilayah yang dibangun pengembang dan yang dibangun pemerintah kota.

“Untuk itu, saya menawarkan program harmonisasi penataan ruang dan integrasi sistem transportasi di Tangsel,” ujar Gorba.

Terkait urusan tata ruang, Gorba menawarkan konsep Transit Orientation Development (TOD), yaitu membangun dan mengintegrasikan pusat perekonomian masyarakat di Ciputat dan Serpong, serta pemukiman dan pusat transportasi.

“Kunci sukses penataan tata ruang kota adalah TOD, kami akan membangun dua super block, yaitu penataan Pasar Ciputat menjadi pusat sayur, buah dan kuliner segar dan pembangunan Tanah Abang Baru di kawasan Stasiun Serpong," jelas Gorba yang Juru Bicara DPP PSI di Bidang Lingkungan Hidup dan Perkotaan.

TOD ini, kata Gorba, tidak hanya memudahkan penduduk Tangsel untuk pergi Jakarta dan sekitarnya, namun juga menumbuhkan perekonomian masyarakat dengan menarik penduduk di luar untuk datang dan berbelanja.

"TOD ini akan sangat bermanfaat Tangsel dalam mengembangkan perekonomian," pungkas Gorba.

Dalam seleksi terbuka ini, para panelis independen dilibatkan. Mereka di antaranya mantan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, pakar psikologi politik Hamdi Muluk, ekonom Faisal Basri, mantan Komisioner KPK Bibit Samad Rianto, akademisi Kartini Sjahrir, aktivis anti-korupsi Natalia Soebagjo, pengamat politik Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif CSIS Philips J. Vermonte, dan sineas Ernest Prakasa.



Sumber: BeritaSatu.com