Rencana Satgas Sungai Cileungsi dan Cilamaya Harus Diperjelas

Rencana Satgas Sungai Cileungsi dan Cilamaya Harus Diperjelas
Ilustrasi kebakaran limbah plastik. (Foto: ANTARA FOTO / Muhammad Iqbal)
Heriyanto / HS Senin, 20 Januari 2020 | 09:50 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang akan membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Sungai Cileungsi dan Sungai Cilamaya perlu ditindaklanjuti. Tugas, wewenang, dan kinerja Tim Satgas tersebut harus diperjelas dengan sumber daya manusia yang mempunyai kapasitas untuk mengatasi persoalan yang dihadapi.

Hal itu ditegaskan praktisi pemberdayaan masyarakat, Vayireh STH, dan Koordinator Komunitas Alumni Muda Institut Pertanian Bogor (KAM IPB) Rahmat Akbar di Bogor, Jawa Barat, akhir pekan lalu.

Vayireh menegaskan kondisi sebagian besar daerah aliran sungai (DAS) di Jawa Barat, termasuk di Bogor, sudah sangat mengkhawatirkan. Ironisnya, masyarakat yang hidup sepanjang DAS tersebut menjadi korban atas pengelolaan DAS yang tidak ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Sebagaian besar masyarakat menjadi korban dari kondisi DAS yang semakin parah. Butuh kesadaran bersama dari semua pihak, termasuk masyarakat, untuk menyelamatkan kondisi kritis tersebut,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rahmat bahwa upaya mengatasi krisis DAS harus diberi apresiasi. Namun, solusi jangka panjang dan komprehensif sangat diperlukan sehingga persoalan yang sama tidak lagi berulang. Untuk itu, keberadaan satgas sebagai salah satu cara untuk mengatasi berbagai persoalan harus segera terwujud.

“Satgas yang dibentuk harus mempunyi tugas dan wewenang yang jelas. Demikian juga diisi oleh orang-orang yang mempunyai komitmen dan kapasitas yang dibutuhkan dalam pembenahan DAS tersebut,” jelasnya.

Seperti diketahui, awal Januari lalu, Gubernur Jabar M Ridwan Kamil mengatakan Pemprov Jabar akan membentuk Tim Satgas Sungai Cileungsi dan Sungai Cilamaya pada akhir Januari 2020. Upaya tersebut untuk mengatasi masalah lingkungan seperti pencemaran air dan mencegah bencana alam akibat luapan air dari dua sungai tersebut.

"Insya Allah akhir bulan ini (Januari 2020), Satgas Cilamaya dan Satgas Cileungsi sudah saya beri surat keputusan atau SK. Jadi itu sama dengan manajemen pengendalian pencemaran dan banjir di Sungai Citarum. Didalamnya ada TNI, Polri, kejaksaan, relawan, dan sebagainya," jelasnya di Bandung, belum lama ini.

Sungai Cileungsi berada di Kabupaten Bogor sedangkan Sungai Cimalaya membelah tiga kabupaten, yaitu Karawang, Purwakarta, dan Subang.
Emil mengemukakan dengan dibentuknya dua satgas tersebut maka secara bertahap semua sungai besar di Jawa Barat bisa diperbaiki atau dicegah. "Untuk anggarannya, kami belum sampai ke anggaran karena prosesnya baru lahir setelah anggaran diketok. Ya minimal lahirnya organisasi ini sudah luar biasa, bisa kita hadirkan dulu," terangnya.

Dia menyebutkan nantinya dua satgas ini akan bertugas menangani pencemaran di Sungai Cileungsi dan Cilamaya yang melintasi enam wilayah di Jawa Barat. Selain itu, sejumlah pihak terkait yang berasal dari unsur pemerintah provinsi dan pemerintah kota kabupaten serta kepolisian akan melakukan penandatanganan kesepakatan bersama terkait penanganan pencemaran sungai-sungai tersebut.

Sebelumnya telah dilaporkan pencemaran Sungai Cileungsi masih terus berlangsung, meskipun sejumlah lembaga dan pemerintah sudah membuat rencana dan terjun langsung untuk menyelidiki dan mengatasi persoalan tersebut. Pemerintah diminta lebih tegas mengatasi persoalan tersebut karena berdampak ekonomi dan sosial kepada masyarakat di kawasan Gunung Putri dan Cileungsi, Bogor.



Sumber: Suara Pembaruan